Selain Berpotensi Jadi Destinasi Wisata, Anggota Dewan Sebut Polder Air Hitam Bisa Dijadikan Program Pengendalian Banjir 

oleh -
oleh
Suasana kawasan Polder Air Hitam, tepatnya di Jalan Abdul Wahab Sjahranie, Kecamatan Samarinda Ulu/wikipedia.org

PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Kawasan Polder Air Hitam yang berada di Jalan Abdul Wahab Sjahranie, Kecamatan Samarinda Ulu akhir-akhir ini mendapat sorotan dari berbagai pihak.

Sorotan tersebut diantaranya datang dari Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Angkasa Jaya.

Angkasa Jaya menyatakan Polder Air Hitam menyimpan potensi wisata alternatif bagi masyarakat Kota Tepian.

Itu sebabnya perlu adanya peningkatan fasilitas umum yang dibangun di kawasan ini.

Menurutnya, jika jadi tempat wisata, Polder Air Hitam diyakini bakal bisa menarik investasi dari pihak swasta.

Kemudian Polder Air Hitam juga bisa difungsikan menjadi program pengendalian banjir dan ruang terbuka hijau (RTH).

Rencananya, peningkatan fasilitas umum di Polder Air Hitam ini akan diusulkan di anggaran APBD Samarinda 2022 mendatang.

“Selain tempat wisata, Pemkot Samarinda juga bisa memfungsikan Polder Air Hitam menjadi program pengendalian banjir dan ruang terbuka hijau,” ujar Angkasa Jaya, Rabu (6/10/2021).

Menurut Angkasa Jaya, dengan difungsikannya Polder Air Hitam menjadi lokasi wisata, pemerintah kota dan masyarakat bisa sama-sama mendapatkan keuntungan.

Hal itu karena banyak masyarakat yang mengais rezeki di kawasan tersebut dengan akan dibangunnya wisata kuliner turut memberikan manfaat pendapatan.

BERITA LAINNYA :  Ditemukan Anak Stunting di Sungai Kunjang, Camat Sebut Sudah Dilakukan Penanganan

“Kalau itu terlaksana, ada manfaat positif dari kegiatan ekonomi di Polder Air Hitam yang kemudian menjadi pendapatan asli daerah (PAD) bagi Samarinda,” terangnya.

Politisi PDI Perjuangan ini juga menambahkan pembangunan peningkatan fasilitas Polder Air Hitam tidak hanya mendapatkan kucuran dari APBD Samarinda, akan tetapi dalam pengembangannya juga dapat melibatkan pihak swata.

“Pemerintah tidak bisa sendiri, mesti ada pihak ketiga,” ucapnya.

Selain itu, sarana lahan parkir juga disiapkan untuk kerapian dan memungkinan sektor tersebut bisa digarap pemerintah.

Dengan begitu, PAD bisa bertambah, dibanding PAD tahun ini yang mencapai Rp500 miliar bisa bertambah.

“Dengan swasta bisa membangun pusat kebugaran atau fitnes, serta bisa jadi ikon wisata,” pungkas Angkasa Jaya. (Advertorial)