Kecam Rencana Israel Ambil Alih Gaza City, China Sebut Gaza Adalah Milik Rakyat Palestina 

oleh -
oleh
Ilustrasi Gaza City/blogspot.com

PUBLIKKALTIM.COM – Pemerintah China menilai rencana Israel mengambil alih penuh Gaza City merupakan tindakan yang sangat berbahaya.

Untuk tu, Beijing mendesak agar langkah tersebut segera dibatalkan karena berpotensi memperburuk krisis kemanusiaan.

Pernyataan itu disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri China kepada AFP pada Jumat (8/8/2025), di tengah meningkatnya tekanan internasional terhadap agresi militer Israel di Jalur Gaza yang telah berlangsung hampir dua tahun.

“Gaza adalah milik rakyat Palestina dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari wilayah Palestina,” tegas juru bicara tersebut, dikutip Sabtu (9/8/2025) dari dari cnbcindonesia.

Ia menambahkan, gencatan senjata adalah cara paling tepat untuk meredakan krisis dan membuka jalan bagi pembebasan para sandera.

China menilai, penyelesaian menyeluruh konflik Gaza hanya dapat dicapai jika pertempuran dihentikan.

“Hanya dengan gencatan senjata, deskalasi dapat dilakukan dan keamanan kawasan dapat dijamin,” ujarnya.

Pernyataan keras ini disampaikan setelah Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan bahwa kabinet keamanan telah menyetujui rencana penguasaan penuh Gaza City.

BERITA LAINNYA :  Donald Trump Larang Aplikasi TikTok, China Meradang

Langkah itu disebut sebagai bagian dari strategi untuk “mengalahkan” kelompok Hamas.

Dalam keterangan resmi, Israel menyatakan militer akan mengambil alih kendali sambil menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga sipil di luar zona tempur.

Namun, berbagai pihak khawatir langkah tersebut justru akan memperparah penderitaan lebih dari dua juta warga Gaza yang saat ini berada di ambang kelaparan akibat blokade dan pertempuran berkepanjangan.

Netanyahu sendiri menghadapi tekanan dari dalam negeri dan komunitas internasional untuk menghentikan operasi militer serta mencapai kesepakatan gencatan senjata demi melindungi warga sipil dan membebaskan para sandera.

China menutup pernyataannya dengan menyatakan kesediaan bekerja sama dengan komunitas internasional demi mengakhiri konflik di Gaza secepat mungkin. (*)