PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Rabu (26/2/2020) siang lalu, kasus kecelakaan maut yang menewaskan seorang perempuan berusia 56 tahun bernama Hairiah, di komplek GOR Sempaja, Jalan KH Wahid Hasyim I, Samarinda Utara, masih terus bergulir karena belum disimpulkannya akar persoalan yang melayangkan nyawa seorang rombongan Haul Guru Sekumpul ini.
Usai siang berdarah kala itu, Unit Laka Lantas Polresta Samarinda langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan pemeriksaan terhadap dua orang saksi, serta mengamankan sopir Bus KT 7885 BR bernama Jumadil (45) dan driver Grab, Nariman (60).
Namun kabar selanjutnya diketahui, polisi telah memulangkan Jumadil karena masih berstatus sebagai seorang saksi. Sedangkan Nariman sendiri, pada Kamis (27/2/2020) sore tadi harus menjalani rujukan ke RSUD AW Sjahranie karena kesehatannya yang kian menurun.
“Sopir Grab sempat di rawat di Puskesmas namun mendapat rujukan untuk ke rumah sakit umum,” jelas Kasat Lantas Polresta Samarinda Kompol Erick Budi Santoso melalui Kanit Laka Lantas Ipda Henny Merdekawati, saat dikonfirmasi sore tadi.
Kedua sopir ini, lanjut Henny, sampai sekarang masih berstatus sebagai saksi, meski pada kejadian siang kemarin telah menewaskan nyawa seseorang. Belum lengkapnya alat bukti membuat aparat penegak hukum tak bisa memutuskan begitu saja penetapan dari seorang tersangka pada kasus naas tersebut.
Dengan kondisi Nariman yang telah memasuki usia senjanya, tentu dampak dari kecelakaan kemarin tidak hanya dialaminya secara fisik, namun secara psikologis pun diduga turut berpengaruh dalam kesehatannya.
“Karena usia juga, kemarin pas mau kami bawa saja dia (Nariman) sudah mau siup-siup gitu,” kata Henny.
“Jadi kami juga tidak bisa memaksa untuk melakukan pemeriksaan lanjutan, dan menunggu kondisinya membaik terlebih dulu,” sambungnya.
Sementara jenazah Hairiah diketahui telah di bawa ke rumah duka untuk proses pemakaman. Sampai berita ini diturunkan, polisi masih berfokus kepada kesehatan Nariman selaku driver Grab yang membonceng korban Hairiah, hingga saat di mana kondisinya membaik guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Diwartakan sebelumnya, Hairiah memesan layanan Grab Bike dengan Nariman sebagai drivernya dan dijemput dari kediamannya Jalan Siti Aisyah, RT 6, Kelurahan Teluk Lerong Ilir hendak menuju Jalan Milono untuk mengejar bus rombongan Haul Guru Sekumpul, jurusan Martapura, Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel).
Namun sesampainya di Jalan Milono, perjalan mereka kembali berlanjut sampai menuju komplek GOR Sempaja, dan singkat cerita motor Honda Vario Merah KT 4116 MR yang dikemudikan Nariman, menyalip sisi kiri bus Jumadil hingga terlibat kecelakaan maut tersebut. (*)