Polisi Turunkan Anjing Pelacak dalam Proses Lanjutan Pembuangan Janin di Tempat Sampah

oleh -
oleh
Tappy anjing pelacak Unit K-9 Polda Kaltim saat mengendus lokasi penemuan janin siang tadi, Kamis (27/2/2020)

PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Senin (24/2/2020) siang lalu, perlahan tapi pasti, polisi terus bergerak mengungkap temuan janin yang masih lengkap dengan ari-arinya di tempat pembuangan sampah, Jalan KH Mas Mansyur, Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang.

Serangkaian proses lanjutan telah diupayakan, mulai dari autopsi, pemeriksaan sidik jari oleh Tim Inafis Polresta Samarinda, hingga menurunkan Unit K-9 anj*ng pelacak Polda Kaltim untuk menelusuri jejak petunjuk di seputar lokasi kejadian. Informasi dihimpun awak media, dari pemeriksaan medis, diketahui janin yang masih kemerahan tersebut baru berusia 5 bulan dan meninggal akibat keadaan paru-parunya tenggelam atau tidak berkembang secara normal.

Sementara itu, polisi yang terus melakukan proses penyelidkan sejak empat hari silam menemukan sedikit titik cerah, yakni dengan digiringnya seorang pria paruh baya guna dimintai keterangan lebih lanjut, dari kasus penemuan janin tersebut. Usut punya usut, polisi menduga kejadian ini sangat erat kaitannya dengan pria yang belum bisa diwartakan identitasnya ini, karena ditemukannya sidik jari pada kertas yang membungkus janin malang tersebut adalah kepemilikannya.

Akan tetapi, pada saat penemuan janin tersebut pria ini tak terlihat batang hidungnya. Berangkat dari kecurigaan tersebut, polisi akhirnya melakukan pemanggilan kepada pria ini. Namun dari hasil interogasi pertama beberapa waktu lalu, polisi belum menemukan petunjuk dari pria tersebut. Guna memastikannya, polisi akhirnya kembali melakukan pemanggilan kepada pria ini pada Kamis (27/2/2020) siang tadi ke Polsek Sungai Kunjang.

Pada interogasi lanjutan ini, polisi menurunkan anj*ng pelacak Unit K-9 Polda Kaltim bernama Tappy. Saat petugas menyodorkan kertas yang membungkus janin, Tappy langsung diperintahkan mencari bau serupa. Hasilnya dari lima kali percobaan, Tappy tiga kali mengigit lengan pria tersebut, yang mana mengindikasikan kalau salah satu tangannya diduga terlibat dalam kasus ini.

Meski demikian, pria ini tetap bersikukuh kalau dirinya sama sekali tidak tahu menahu dari pembuangan janin tersebut. Pria ini sendiri diketahui berprofesi sebagai pemulung barang bekas, dan dirinya menyanggah kalau sidik jarinya bisa berada di kertas bungkusan janin itu, karena sesaat sebelum penemuan ia sempat mengais sampah di seputar lokasi kejadian.

Namun pengakuannya ini, tak serta-merta membuat petugas percaya begitu saja. Pasalnya, janin itu terbungkus oleh beberapa lapisan, dan kertas yang terdapat sidik jari pria ini berada di bagian dalam bungkusan janin. Tak patah arang, petugas gabungan dari unsur Jatanras Satreskrim dan Tim Inafis Polresta Samarinda, Polsek Sungai Kunjang serta Unit K-9 Polda Kaltim, bergerak menuju kediaman pria tersebut di kawasan, Loa Buah, Kecamatan Sungai Kunjang dan tiba sekira pukul 12.15 Wita.

BERITA LAINNYA :  Jalankan Program Kerja, Mahasiswa KKN Unmul Beri Edukasi Prokes ke Pelajar di Samarinda 

Langkah petugas ini berdasarkan pengakuan pria tersebut yang mengakui memiliki potongan kertas serupa dengan bungkusan janin tersebut. Setibanya dikediaman pria ini, petugas gabungan bergerak cepat dan segera melakukan penggeledahan dari tumpukan benda tak terpakai yang telah dikumpulkan pria ini. Lebih dari setengah jam melakukan pencarian, namun petugas belum mendapatkan bukti tambahan tersebut.

Karena tak mendapati hasil, sekitar pukul 12.50 Wita, petugas akhirnya memecah rombongan yang mana sebagian kembali ke Polsek Sungai Kunjang dan lainnya kembali menyisir lokasi penemuan bersama Unit K-9 Polda Kaltim. Sekira pukul 14.00 Wita tadi, petugas tiba. Anjing pelacak bernama Tappy kembali diturunkan. Pelatihnya, kemudian kembali memberi bungkusan kertas janin dan memerintahkan Tappy untuk menelusuri tempat pembuangan sampah tersebut.

“Tappy smell,” tegas pelatih K-9 itu.

“Find Tappy, find,” sambungnya.

Seketika Tappy langsung bergerak dan terus mengendus di seluruh sudut bak sampah tersebut. Sekitar tiga kali, percobaan yang sama terus dilakukan, akan tetapi gelagat Tappy tak menunjukkan adanya bukti lanjutan.

“Benar, kami menurunkan Unit K-9 Polda Kaltim untuk membantu mencari jejak-jejak bau yang ada di tkp penemuan,” ucap Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Damus Asa, saat dikonfirmasi setelah petugas menghentikan proses penyelidikannya dilapangan.

Lebih lanjut diungkapkannya, petugas pada hari ini juga melakukan pemeriksaan saksi tambahan dari pria yang belum bisa disebutkan identitasnya seperti di atas.

“Saksi tambahan ini kemungkinan mengetahui posisi bungkusan itu (janin) pada saat ditemukan,” Imbuhnya.

Unit K-9 Polda Kaltim sendiri, sambung Damus, akan terus dimaksimalkan untuk membantu polisi melakukan proses penyelidikan hingga rentan waktu yang diperlukan. (*)