Komentari Kasus Pengeroyokan Ade Armando, Ustaz Felix Siauw Ungkit Kasus Kekerasan yang Dialami Novel Baswedan

oleh -
oleh
Ustaz Felix Siauw/fajar.co.id

PUBLIKKALTIM.COM – Kasus pengeroyokan yang dialami Ade Armando dikomentari pendakwah Ustaz Felix Siauw.

Ustaz Felix Siauw mengeluarkan kalimat yang sangat keras menyikapi kasus pengeroyokan tersebut.

Dia pun membandingkan dengan kasus kekerasan yang dialami mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

“Mengabdi ke negara, bertaruh nyawa dan keluarga untuk memerangi para koruptor dan maling negara, disiram air keras, cacat permanen seumur hidup, tidak dianggap sebagai masalah serius,” tulis Ustaz Felix Siauw melalui akun pribadinya di Instagram, Jumat (15/4).

Menurutnya, Ustaz Felix Siauw menyoroti hal ini bukan karena tidak mendukung upaya aparat mengusut tuntas kasus kekerasan yang dialami Ade Armando.

“Ini bukan masalah kekerasan. Ini masalah ketidakadilan,” tegasnya.

Seperti diketahui, Ade Armando babak belur dianiaya sekelompok di tengah aksi massa demo 11 April di depan Gedung DPR/MPR pada Senin (11/4) sore.

Polisi pun langsung bergerak cepat menangani kasus yang dialami Ade Armando dengan menangkap satu per satu pelaku pengeroyokan yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kuasa hukum Ade Armando juga meminta emak-emak pelaku provokasi yang membuat sekelompok orang terpancing melakukan pengeroyokan terhadap kliennya saat demo di depan gedung DPR RI, Senin (11/4) ditangkap.

BERITA LAINNYA :  Eliminasi 9 Kepala Daerah se-Indonesia, Wali Kota Andi Harun Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik

“Kita juga sempat melihat ada emak-emak pada saat pemukulan, tangannya megang gitu kan. Terus ada juga saat wawancara provokasi ini buzzer, ini penista agama sehingga orang tergerak hatinya untuk berkerumun. Saya harap provokator ini diusut dan ditangkap,” ucap kuasa hukum Ade Armando, Aulia Fahmi.

Kuasa hukum Ade Armando lainnya, Andi Windo, mengatakan pihak yang terlibat dalam pengeroyokan kliennya berjumlah lebih dari 10 orang dengan perannya masing-masing.

“Kita juga tentunya berharap pihak-pihak yang melakukan pemukulan maupun pengeroyokan tersebut menyerahkan diri, apalagi tersangka akan bertambah lebih dari 10 orang kemungkinan,” jelas Andi Windo. (*)