PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Persoalan Pendidikan masih jadi hal yang terus fokus diperhatikan pihak DPRD Kaltim, tepatnya Komisi IV.
Hal ini pun dibenarkan oleh Rusman Ya’qub, Ketua Komisi IV DPRD Kaltim.
Disampaikan oleh Rusman, sejauh ini di bidang pendidikan memang tengah memprioritaskan peningkatan sarana dan prasarana.
Ia sampaikan, sarana dan prasarana pendidikan di Kaltim terbagi ke dalam beberapa kategori. Mulai yang harus dibangun baru, diperbaiki, dan ada pula yang memang harus diganti. Terutama untuk satuan pendidikan vokasi.
“Maka selalu saya sampaikan bahwa ke depan, orientasi pendidikan vokasi itu harus dilakukan pengkajian ulang atau reorientasi. Sebab, kita harus sesuaikan dengan segmentasi dan kebutuhan pasar industri,” ungkap Rusman, Selasa (20/10/2020).
Ke depan, Kaltim tidak bisa sekadar memberikan ijazah kelulusan kepada siswa-siswi yang berasal dari sekolah vokasi. Sebab di masa depan, dunia industri justru membutuhkan sertifikasi keahlian.
Terlebih lagi, persaingan akan semakin sengit dan jumlah pencari kerja yang diprediksi semakin membeludak. Rusman turut menegaskan bahwa semua dunia industri di masa depan aku mengacu pada era digitalisasi yang tengah berkembang dewasa ini.
“Kita ini kan sudah masuk yang namanya era 4.0. Semua serba digital, komputerisasi, dan serba otomatis. Oleh sebab itu anak-anak kita ini harus dibekali sertifikasi keahlian. Apapun itu. Sebab ijazah itu tidak laku,” beber Rusman. (advertorial)