Lagi! Terjadi Kecelakaan Tabrak Truk, Seorang Pria di Samarinda Meninggal Dunia

oleh -
oleh
FOTO : Sepeda motor yang dikemudikan Agus Firmansyah terlihat ringsek parah dan menyebabkannya meninggal dunia/VONIS.ID

PUBLIKKALTIM, SAMARINDA – Kasus kecelakaan maut pada pekan ini terus berulang di ruas jalan Kota Tepian. Jika sebelumnya tabrakan berdarah terjadi di bilangan simpang tiga Gunung Lipan pada Minggu (21/6/2020) yang menewaskan satu pengendara motor dan terakhir pada Kamis (25/6/2020) kemarin di Jalan Adu Sucipto, Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran yang menewaskan nenek pejalan kaki, teranyar kejadian tersebut terjadi Jalan Rapak Indah, Kecamatan Sungai Kunjang, Sabtu (27/6/2020) sekira pukul 00.52 Wita malam tadi.

Informasi diterima, kecelakaan terakhir itu melibatkan motor Yamaha N-Max bernopol KT 2359 WH yang dikendarai Agus Firmansyah (36) dengan truk muatan jenis Hino bernopol KT 8887 RN dengan sopirnya Abdul Hafid (47). Dijelaskan Kasat Lantas Polresta Samarinda, Kompol Ramadhanil melalui Kanit Lakalantas, Ipda Henny Merdekawati awal mula kejadiaan saat motor yang dikendarai Agus melaju dari arah Jalan Rapak Indah menuju Jalan Jakarta.

Tepat di seberang SPBU Rapak Indah, truk yang dikemudikan Hafid sedang parkir dan laju kendaraan Agus langsung mengantamnya dari arah belakang.

“Akibat kejadian itu korban (Agus) mengalami luka berat dan menyebabkannya meninggal dunia,” tutur Henny melalui telpon selulernya siang tadi.

Mendapat laporan tersebut, Unit Lakalantas segera menuju ke lokasi kejadian untuk langsung melakukan olah TKP, mencari keterangan saksi dan mengamankan sejumlah barang bukti yakni kendaraan yang terlibat kecelakaan.

“Sementara kami telah mengambil keterangan dua orang saksi, yakni warga dan si pengemudi truk,” bebernya.

BERITA LAINNYA :  Hadiri Vaksinasi Massal Covid-19 di GOR Segiri Samarinda, Andi Harun Rangkul Peserta Vaksinasi

Terpisah, Abdul Hafid yang dijumpai awak media di Polsek Samarinda Kota menuturkan kalau malam tadi ia terkejut karena mobil yang diparkirnya ditabrak pengendara motor dan menyebabkan jatuhnya korban jiwa.

“Saya parkir di situ dari jam 9 malam pak. Rencana mau isi bensin buat ke Melak (Kabupaten Kutai Barat) besok,” kata Hafid.

“Pas saya di warung lagi makan, tiba-tiba teman kasih tau truk saya di tabrak orangnya meninggal,” sambungnya.

Lanjut Hafid, ia berprofesi sebagai sopir truk sendiri sejak 20 tahun terakhir. Jika ingin bepergian ke Melak, Kabupaten Kutai Barat (Kubar) ia memang biasa mengantre bahan bakar di SPBU Rapak Indah.

“Kalau ngantre di sisi SPBU sudah penuh pak, makanya saya parkir di sisi seberangnya. Saya juga memang sering parkir di situ, dan baru ini kejadian begini,” tandasnya.

Kembali ke Henny, untuk sekarang Hafid si pengemudi truk masih berstatus saksi dan jajarannya masih terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui pasti penyebab kecelakaan maut tersebut.

“Dugaan sementara karena faktor jalan yang menanjak dan tikungan serta kurangnya lampu penerang jalan dan rambu-rambu,” pungkasnya. (*)