PDIP Sebut Manuver Politik Relawan Dapat Berubah Sesuai Arah Angin, Projo: Kita Ikut Pak Jokowi

oleh -
oleh
Sekjen DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto/rmol.id

PUBLIKKALTIM.COM – Manuver politik kelompok relawan Pro Jokowi (Projo) ditanggapi Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto.

Menurut Hasto, gerakan Projo dapat berubah sesuai arah angin.

Pernyataan itu merupakan respons dari manuver Projo ke sejumlah petinggi parpol di tengah penyelenggaraan Musra.

“Yang saya tanggapi parpol, kalau relawan-relawan (Projo) itu, kan, cair, bisa berubah sesuai arah angin,” jelas Hasto, dalam keterangannya, Jumat (11/11).

“Kalau parpol saya tanggapi, kalau relawan (Projo) bisa berubah,” imbuh dia.

Hasto mengatakan bahwa kelompok relawan berbeda dengan parpol. Ia menyebut kelompok relawan tak dikenal dalam legislasi sistem politik Indonesia.

Selain itu, Hasto menilai kelompok relawan seperti Projo tidak seperti parpol yang memiliki struktur organisasi yang tercatat dan kokoh.

Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi juga merespon pernyataan Hasto yang menyebutkan bahwa relawan Projo dapat berubah sesuai arah angin.

“Semua orang bisa berpendapat. Kita ikut arah Pak Jokowi, bukan arah angin,” ujar Budi Arief, Sabtu (12/11).

Budi mengatakan, Musra yang digelar bersama dengan 18 kelompok relawan Jokowi lainnya itu dilakukan demi menjaring aspirasi masyarakat mengenai aspirasi masyarakat soal tokoh-tokoh yang menjadi harapan untuk memimpin Indonesia di masa depan.

BERITA LAINNYA :  Bebas Angka Covid-19, Gereja Katedral Samarinda Siap Menyambut Perayaan Natal

“Komunikasi dengan figur masih jalan terus. Semua ini mengapresiasi Musra sebagai forum rakyat, akar rumput,” jelas dia.

Walaupun Projo telah bertemu dengan Prabowo, Budi menegaskan pihaknya juga tetap berkomunikasi dengan tokoh atau partai-partai lain.

“Semua tokoh dan partai kita temui. Pak Jokowi memberikan harapan yang sama. Pak Prabowo ini salah satu orang yang diperhitungkan, dia juga berpengalaman, soal waktu dan soal jam terbang. Jadi presiden enggak gampang,” terang dia.

Lagi pula, Budi mengungkapkan, hasil Musra yang telah digelar di enak kota tersebut belum mengerucut pada satu nama tertentu. (*)