PUBLIKKALTIM.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menggelar Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi terhadap pengelolaan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Varia Niaga, Jumat (13/6) di ruang rapat BPKAD Samarinda.
Rapat dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Samarinda, Hero Mardanus Satyawan, dengan Direktur Utama Perumda Varia Niaga, Syamsuddin Hamade, memaparkan capaian dan tantangan yang dihadapi perusahaan milik daerah tersebut.
Syamsuddin menjelaskan, Perumda Varia Niaga mengelola 21 unit usaha, dengan 7 unit dalam tahap pengembangan, termasuk perdagangan bahan pokok, jasa pelabuhan, rumah susun, sewa lahan, dan sektor minyak serta gas.
Meski pendapatan menurun, perusahaan mencatat peningkatan laba berkat efisiensi biaya dan pembayaran utang.
“Kondisi Teras Samarinda juga terjaga dengan baik, tanpa pedagang liar dan keamanan terjamin,” ujar Syamsuddin.
Salah satu perhatian utama adalah kelangkaan gas elpiji 3 kg.
Perumda yang mendapat kuota distribusi dengan harga eceran Rp18.000 berharap kuota bisa ditambah hingga 20.000 tabung untuk mengatasi kelangkaan.
Menanggapi itu, Sekda Hero menekankan pentingnya penguatan tata kelola dan pelayanan publik serta inovasi dalam pengembangan unit usaha Perumda.
Pemerintah kota akan terus melakukan pendampingan dan evaluasi berkala agar manfaat Perumda dirasakan optimal oleh masyarakat dan mendukung PAD.
Rapat juga dihadiri Plt Kepala BPKAD Samarinda Ananta Fathurazzi, Plt Inspektur Inspektorat Eko Suprayitno, Kabag Ekonomi Yuyum Puspitaningrum, dan pejabat terkait lainnya. (*)