PUBLIKKALTIM.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menegaskan komitmennya untuk merampungkan proses pembebasan lahan warga yang akan digunakan untuk pembangunan Tempat Penampungan Sementara (TPS) tahun ini. Meski masih ada segelintir warga yang belum bersedia melepas lahannya, Pemkot optimistis seluruh tahapan dapat selesai sesuai jadwal.
Asisten II Sekretaris Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, mengatakan pihaknya terus mengedepankan pendekatan persuasif. Strategi ini dilakukan melalui koordinasi berjenjang dengan pihak kecamatan agar warga dapat menerima pembangunan tersebut dengan lapang dada.
“Intinya, tahun ini harus selesai. Soalnya tinggal satu titik luar yang masih kita beri kesempatan camat untuk terus bersosialisasi kepada warga. Saya yakin bisa tuntas dengan cara yang baik,” ujarnya, Selasa (30/9/2025).
Pemkot Samarinda telah menyiapkan anggaran hampir Rp1 miliar untuk kompensasi warga terdampak. Marnabas menegaskan dana itu bukan santunan, melainkan uang sewa lahan yang digunakan sementara.
“Sebagian besar status tanah di situ memang sewa. Artinya ini bukan santunan, tapi uang sewa kepada mereka,” jelasnya.
Ia menjelaskan lokasi TPS di kawasan Samarinda Seberang dipilih karena dinilai paling strategis untuk mendukung sistem pengelolaan sampah kota. Keberadaan TPS diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang kapasitasnya semakin terbatas.
“Kalau terus-menerus sampah dibuang ke TPA, itu berisiko penuh. Dengan adanya TPS, distribusi sampah bisa lebih teratur. Warga juga sebenarnya sudah mengakui bahwa lahan itu bukan milik mereka, tinggal menunggu waktu saja agar semua tuntas,” tegasnya.
Marnabas memastikan pembangunan TPS akan dilaksanakan secara bertahap sesuai skema yang telah dirancang. Pemkot ingin memastikan setiap tahapan berjalan tertib dan tidak mengganggu aktivitas warga.
“Kita atur timelinenya. Kapan masuk, kapan mulai pengerjaan, semua sudah dirancang. Tidak langsung sekaligus, tapi bertahap. Yang jelas targetnya tahun ini rampung,” tuturnya.
Pemkot Samarinda juga meminta pengertian masyarakat agar mendukung pembangunan fasilitas publik ini. Menurut Marnabas, langkah tersebut bukan semata pembangunan infrastruktur, tetapi bagian dari solusi jangka panjang pengelolaan sampah di Samarinda.
“Mau tidak mau, karena itu memang punya pemerintah, TPS akan tetap dibangun. Tapi kami memilih pendekatan persuasif agar warga bisa menerima dengan lapang. Ini untuk kebaikan bersama,” pungkasnya.
(Redaksi)