Penutupan Festival Moon Cake ke-7 di Samarinda Pukau Ribuan Pengunjung, Ini Pesan Saefuddin Zuhri

oleh -
oleh
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri saat hadiri penutupan Festival Moon Cake/Foto: Diskominfo Smd

PUBLIKKALTIM.COM – Ribuan warga memadati halaman Mahavihara Sejahtera Maitreya, Senin malam (6/10), untuk menghadiri penutupan Festival Moon Cake ke-7 yang berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan.

Festival tahunan yang mengusung tema “Indonesia Harmonis, Dunia Satu Keluarga” ini menjadi ajang mempererat toleransi dan kerukunan antarumat di Kota Tepian.

Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, yang hadir bersama sang istri, E. L. Nova Saefuddin Zuhri, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan acara yang berlangsung tertib, bersih, dan sarat makna kebersamaan.

“Saya lihat dari ujung ke ujung, bersih semua. Sepuntung rokok pun tidak ada. Ini perlu dicontoh oleh warga Samarinda,” ujarnya saat memberikan sambutan.

Saefuddin menambahkan, Pemerintah Kota Samarinda mendukung penuh kegiatan seperti ini yang tidak hanya memperkenalkan budaya Tionghoa, tetapi juga memperkuat nilai-nilai persatuan dan harmoni sosial.

“Filosofi kue bulan mengajarkan keharmonisan rumah tangga, kesatuan, kemakmuran, dan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tambahnya.

Festival yang berlangsung selama tiga hari ini menghadirkan beragam kegiatan menarik, seperti pertunjukan seni budaya, bazar kuliner, hingga pembagian kue bulan kepada pengunjung.

BERITA LAINNYA :  Penetapan Tarif Tertinggi Swab Test, Dinkes Balikpapan: 1 Laboratorium Telah Terapkan Tarif Rp 900 Ribu

Puncak acara ditandai dengan pelepasan lentera ke langit malam, menciptakan suasana magis dan penuh harapan.

Ketua panitia, Pdt. Hendri Suwito, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung acara, termasuk tamu dari berbagai daerah seperti Bali, Batam, Pekanbaru, Balikpapan, dan Tenggarong.

“Selama tiga malam kita merayakan kebahagiaan dan kebersamaan. Melihat wajah-wajah ceria pengunjung jadi kebahagiaan luar biasa bagi kami,” ungkapnya.

Festival Moon Cake ke-7 ini tidak hanya menjadi ajang budaya, tetapi juga simbol kuat pentingnya merawat keberagaman dalam kehidupan bermasyarakat.

Lentera yang terbang di langit Samarinda malam itu menjadi pengingat bahwa perbedaan bukan untuk dipertentangkan, melainkan untuk dirayakan bersama. (*)

1.008 Tayangan