PUBLIKKALTIM.COM – Semangat gotong royong warga Kelurahan Rawa Makmur kembali menguat menjelang peringatan Hari Jadi ke-52 Kelurahan Rawa Makmur dan ke-72 Desa Rawa Makmur.
Persiapan kegiatan ditandai dengan audiensi Panitia Bersih Desa Rawa Makmur bersama Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, di Ruang Rapat Wakil Wali Kota, Lantai 3 Balai Kota Samarinda, Senin (6/7/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar), Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP), Camat Palaran, Lurah Rawa Makmur, serta Ketua Karang Taruna Kelurahan Rawa Makmur, Anggun Purbaya, bersama jajaran panitia.
Dalam audiensi, panitia memaparkan rangkaian kegiatan yang telah disiapkan untuk memeriahkan peringatan hari jadi.
Berbagai agenda budaya akan digelar, di antaranya pertunjukan wayang kulit, campursari, pameran wayang, hingga pagelaran kuda lumping.
Selain itu, masyarakat juga akan disuguhkan kegiatan olahraga seperti jalan sehat dan fun run.
Menurut panitia, Festival Bersih Desa bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi juga menjadi upaya melestarikan budaya Jawa sekaligus menjaga tradisi bersih desa yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Kegiatan tersebut juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
Ketua Karang Taruna Kelurahan Rawa Makmur, Anggun Purbaya, menjelaskan rangkaian kegiatan akan dimulai pada Selasa, 22 Juli 2026, melalui pembukaan yang diawali dengan Rawa Makmur Bersholawat.
Selanjutnya, pada 23–24 Juli akan digelar Pentas Seni yang melibatkan pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA.
Kemudian pada Jumat malam, 25 Juli, masyarakat akan disuguhi Pagelaran Kuda Lumping yang dibawakan kelompok seni binaan warga Rawa Makmur.
Pada Sabtu, 26 Juli, panitia menggelar Jalan Sehat yang diikuti pelajar dan masyarakat. Kegiatan kemudian dilanjutkan pada malam harinya dengan hiburan Campursari.
Sebagai puncak acara, Minggu malam, 27 Juli, akan digelar Pagelaran Wayang Kulit dengan lakon Wahyu Kadentreman.
“Lakon tersebut merupakan kelanjutan dari tema tahun sebelumnya dan diharapkan menjadi simbol harapan agar masyarakat Rawa Makmur senantiasa hidup tenteram, rukun, dan harmonis,” ujar Anggun.
Menjelang pelaksanaan festival, warga Rawa Makmur juga dijadwalkan menggelar kerja bakti massal selama dua hari sebagai bentuk persiapan sekaligus wujud semangat gotong royong.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, mengapresiasi inisiatif masyarakat yang dinilai berhasil memadukan pelestarian budaya dengan upaya menggerakkan perekonomian warga.
“Saya ucapkan terima kasih atas audiensinya, dan tentunya harapan kita kegiatan ini bisa berjalan selaras dengan agenda-agenda yang telah direncanakan,” katanya.
Meski demikian, Saefuddin mengingatkan panitia agar lebih selektif dalam menyusun rangkaian kegiatan.
Menurutnya, program yang dipilih harus memberikan manfaat luas bagi masyarakat tanpa mengabaikan efisiensi anggaran, mengingat kondisi keuangan daerah yang masih dalam masa penyesuaian.
Ia berharap Festival Bersih Desa tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi momentum memperkuat nilai gotong royong, mempererat silaturahmi, serta menjaga warisan budaya agar tetap lestari.
“Saya mendukung penuh kegiatan ini. Mudah-mudahan seluruh rangkaian acara berjalan lancar, aman, dan sukses. Yang tidak kalah penting, semangat Bersih Desa juga diwujudkan melalui gotong royong membersihkan lingkungan serta menjaga kebersamaan warga,” pesannya.
Di akhir pertemuan, Saefuddin juga menekankan pentingnya melibatkan berbagai suku dan komunitas dalam penyelenggaraan festival.
Menurutnya, kolaborasi lintas komunitas tidak hanya dapat meringankan pembiayaan, tetapi juga mempererat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Rawa Makmur.
“Ke depan, koordinasi intensif antara panitia dan dinas terkait, seperti Disporapar dan Dinas Koperasi/UMKM, harus terus dilakukan guna mematangkan persiapan teknis, perizinan, hingga dukungan fasilitas pendukung acara,” pungkasnya. (*)