PUBLIKKALTIM.COM – Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengaku membuka opsi untuk berkoalisi dengan PDIP.
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto merespon opsi tersebut dengan baik.
“Ya, kami welcome. Karena kerjasama itu kan menjadi suatu keharusan menjadi bagian dari kultur bangsa,” kata Hasto, Sabtu (5/8/2023) dikutip dari CNNIndonesia.
Sebelumnya, Cak Imin mengaku menjadikan PDIP opsi kedua dalam hal koalisi lantaran ia diberi tawaran untuk mendampingi Ganjar Pranowo sebagai cawapres.
“Barangkali (jadi opsi kedua) tawarannya apa dulu? Ya, cawapres kan? Tapi kan masih nominasi,” ucap Cak Imin, Jumat (4/8).
Pertemuan antara Cak Imin dan Puan pun telah dilakukan pekan lalu.
Usai pertemuan, Cak Imin mengaku akan berkomunikasi dengan Prabowo Subianto jika menemukan titik temu koalisi dengan PDIP.
Bagi saya kebersamaan dengan PDIP, ibaratnya akan terus terbuka. Cair dan seperti keluarga sendiri,” ujar Cak Imin, Kamis (27/7).
“Sehingga, kalau ada titik temu baru PDIP dan PKB, nanti saya bicarakan ke Pak Prabowo,” imbuhnya.
Lebih lanjut, soal kemungkinan koalisi dengan PKB, Hasto turut menyinggung terkait PKB yang memiliki kedekatan sekaligus kesamaan dalam hal kultural dan basis massa dengan partai berlambang banteng bermoncong putih itu.
“Apalagi hubungan PDIP dengan PKB itu kan memang dari sejarah pembentukannya, dari aspek ideologi kedekatan para pemimpinnya, dan juga secara kultural serta akar basis masa itu memang saling melengkapi,” ujar Hasto.
Hasto pun tak menepis kemungkinan PKB akan menjadi salah satu partai yang akan berkoalisi dengan PDIP dalam waktu dekat.
Terlebih, kata Hasto, PDIP terus berkomunikasi secara intens dengan PKB usai pertemuan antara Puan Maharani dengan Cak Imin.
“Ya nanti kita liat momentum yang tepat, karena PDI perjuangan sudah banyak melakukan dialog secara intens, maka juga dibentuk tim kecil setelah Mbak Puan, kemudian Pak Said Abdullah pak Olldy Dondokambey dan Mas Bambang Pacul berkeliling maka kemudian tim inilah yang menindaklanjuti,” pungkasnya. (*)