PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Sebelumnya Komisi III DPRD Samarinda dijadwalkan akan meninjau lokasi tambang batu bara pada, Senin 11 Oktober 2021 kemarin.
Namun kegiatan tersebut urung dilakukan.
Terkait hal itu, Wakil Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah sampaikan alasannya.
Helmi Abdullah mengatakan kunjungan lapangan ditunda karena kurangnya personel.
“Karena gak lengkap aja, banyak yang berangkat dan kunjungan jadi ditunda” kata Helmi Abdullah selaku Koordinator Komisi III DPRD Samarinda.

Diketahui Komisi III sebelumnya getol akan turun meninjau lokasi tambang di wilayah Samarinda Utara.
Kunjungan ini merespon keluhan masyarakat terkait dampak banjir bila musim hujan tiba.
Menyikapi hal tersebut, Politisi Gerindra itu memastikan, DPRD sebagai lembaga legislatif akan hadir di tengah masyarakat.
“Sebagai tugas kita di DPRD Samarinda, kalau ada keluhan masyarakat, diminta atau tidak di minta DPRD pasti hadir” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, dugaan tambang ilegal marak terjadi di Samarinda.
Hal inilah yang diduga menjadi faktor utama penyebab terjadinya banjir di Kota Tepian.
Disinggung mengenai hal itu, Helmi Abdullah menjamin akan menindak tegas perusahaan yang tidak tertib aturan.
“Kita akan undang pihak ke 3 yang terlibat dan kalau terlibat kita tegur. Tujuannya untuk menertibkan tambang yang semeraut,” pungkasnya (Advertorial)