Respon Soal Meningkatnya Pengangguran Akibat Covid-19, DPRD Samarinda: Bisa Diarahkan untuk Bangun Usaha Mandiri

oleh -
oleh
Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda/headlinekaltim.co

PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia membawa pengaruh besar bagi kehidupan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan pekerjaan.

Sebab selama pandemi Covid-19 banyak masyarakat kehilangan pekerjaan akibat diberhentikan.

Hal ini tentu menambah angka pengangguran, tak terkecuali Kota Samarinda.

Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar merespon banyaknya pengangguran tersebut.

Ia menilai perlu adanya pendataan secara terukur untuk memastikan kenaikan angka pengangguran di Samarinda.

“Harus ada inventarisir data perusahaan yang terdampak pandemi dengan tingkat tinggi, sedang atau rendah,” kata Deni sapaannya, Senin (2/11/2021).

Deni menyarankan bahwa masyarakat yang kehilangan pekerjaan atau sulit mendapatkan kesempatan kerja pada masa pandemi bisa diarahkan untuk membangun usaha secara mandiri, seperti mulai dari Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

“Kita harap UMKM-UMKM baru yang akan timbul, artinya masyarakat membuat peluang dan berinovasi agar tak hanya bergantung kepada perusahaan saja, karena perusahaannya kan terdampak pandemi,” jelasnya.

BERITA LAINNYA :  Imbas Kenaikan Harga BBM, DPRD Samarinda Berharap Upah Minimum Kota 2023 Juga Harus Naik

Deni  menambahkan, pemerintah kota Samarinda juga memiliki program Pro Bebaya di tingkat RT yang memang diperuntukkan memfasilitasi masyarakat dalam berwirausaha di lingkungan tempat tinggal nya.

“Maka kita harapkan program pak walikota di tahun 2022 yaitu Pro Bebaya, dana Rp 100 juta per RT per tahun salah satu nya untuk pembinaan UMKM dan menciptakan UMKM baru, kalau satu RT menumbuhkan 2 UMKM saja, maka 4000 UMKM akan tumbuh di Samarinda,” pungkasnya (Advertorial)