“Mohon izin melaporkan rencana pengerahan pasukan penebalan pengamanan perkembangan situasi di wilayah DKI Jakarta,” ujar Yayan, Selasa (3/11/ 2026).
Pada tahap pertama, TNI AL mulai mengerahkan 2.100 personel pada 2 November 2026.
Pasukan tersebut berasal dari satuan yang sudah berada di wilayah Jakarta, meliputi Korps Marinir, Koarmada I, Kodaeral III, dan Kolinlamil.
Selanjutnya, TNI AL menjadwalkan pengerahan tahap kedua dan ketiga pada 4 November 2026.
Kedua tahap tersebut melibatkan 5.740 personel dari berbagai satuan di luar Jakarta.
TNI AL menggunakan kapal perang Republik Indonesia (KRI) dan jalur darat untuk memindahkan pasukan menuju Ibu Kota. Setelah tiba, para prajurit langsung bergerak menuju titik penempatan masing-masing.
Pasukan tambahan tersebut berasal dari Koarmada II, Pasmar 2, Puspenerbal, Kodiklatal, Akademi Angkatan Laut (AAL), serta sejumlah pangkalan TNI AL di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Lampung.
Sementara itu, pada tahap keempat, TNI AL menyiapkan 13.140 personel dari Mabesal dan jajaran satuan di wilayah Jakarta.
Berbeda dengan pasukan yang sudah bergerak menuju lokasi penempatan, personel tahap keempat tetap bersiaga penuh di markas masing-masing.
Mereka siap menerima perintah untuk bergerak sewaktu-waktu sesuai kebutuhan pengamanan.
Yayan menegaskan bahwa seluruh tahapan tersebut merupakan bagian dari rencana pengerahan kekuatan TNI AL dengan total 20.980 personel untuk mendukung pengamanan perkembangan situasi di Jakarta. (*)