Sering Kritik Indonesia Soal Isu Pelanggaran HAM di Papua, Ternyata Begini Kondisi Ekonomi Vanuatu

oleh -
oleh
Vanuatu merupakan negara kecil yang berada di Samudera Pasifik Selatan/akurat.co

PUBLIKKALTIM.COM – Berita Mancanegara yang dikutip PUBLIKKALTIM.COM tentang kondisi negara Vanuatu.

Sidang majelis umum PBB yang ke-75 diselenggarakan pada Sabtu (26/09/20) menghadirkan berbagai perwakilan Diplomat dari seluruh negara yang tergabung dalam organisasi PBB.

Lagi-lagi Vanuatu kembali menyinggung Indonesia dalam Sidang Majelis Umum PBB.

Negara itu menuding RI terkait masalah di Papua.

Sudah beberapa kali negara kepulauan itu melakukannya.

Pada 2016 Vanuatu juga pernah mengkritik catatan HAM Indonesia di Papua.

Vanuatu adalah negara kepulauan di Samudera Pasifik bagian selatan.

Nah, bagaimana kondisi ekonomi Vanuatu?

Jika dilihat dari ekonomi, PDB Vanuatu pada 2019 tercatat hanya US$ 917,05 juta di 2019 menurut data Bank Dunia. PDB Indonesia sendiri pada 2019 tercatat US$ 1,1 triliun.

Populasi Vanuatu memang terbilang kecil, totalnya hanya 299.882 pupulasi pada 2019.

Untuk rasio kemiskinan negara ini tidak tercatat lengkap di data Bank Dunia.

Hanya ada pada 2017 yang tercatat di posisi 12,7% terhadap populasi.

Sama dengan negara kebanyakan, Vanuatu juga tengah dihadapi permasalahan pandemi COVID-19.

Negara ini mendapatkan bantuan dana darurat sebesar US$ 10 juta dari Bank Dunia.

Pendanaan disediakan melalui Hibah Kebijakan Pembangunan dengan Opsi Penarikan yang ditangguhkan oleh bencana, yang disetujui pada bulan Januari lalu.

Opsi yang sama juga diberikan kepada Samoa pada akhir Maret untuk mendukung persiapan dan upaya respons COVID-19 negara itu.

Dragon Bank International Ltd membuka cabang di Indonesia pada 1996. Siapa sangka, bank yang berbasis di Vanuatu itu terlibat masalah di Indonesia dan ada hubungannya dengan keluarga Cendana.

Melansir berbagai sumber, Dragon Bank saat beroperasi di Indonesia mengumumkan akan menangani proyek miliaran dolar dengan mitra yang berasal dari Indonesia dan Malaysia.

BERITA LAINNYA :  Solusi Jangka Panjang Pengendalian Banjir, DPRD Samarinda Dorong Revisi Perda Rencana Tata Ruang Wilayah 2023–2042

Dragon Bank disebut-sebut menggarap proyek bersama PT Harapan Insani.
Perusahaan itu dimiliki salah satu yayasan yang dimiliki keluarga Cendana.
Nilai proyeknya disebut mencapai US$ 7 miliar.

Namun ternyata Dragon Bank juga memiliki utang kepada bank-bank lainnya seperti Standard Chartered Bank. Dragon Bank dikabarkan tak mampu membayar utang itu padahal tengah menggarap proyek besar.

Selain itu, bank tersebut dikabarkan juga dalam penarikan uang sebesar US$ 42 juta dari Hong Kong and Shanghai Bank di Jakarta.

Pimpinan Dragon Bank diduga terlibat dalam transaksi tersebut.

Pada tahun yang sama dengan berdirinya Dragon Bank di Jakarta, bank tersebut juga akhirnya menutup kantor di Jakarta.

Hal itu dilakukan setelah banyak desakan dari bank asing terkait dugaan fraud dilakukan bank itu.

Izin Dragon Bank dicabut melalui surat No. 577/A.1/1996 tanggal 14 Juni 1996.

Dugaan yang belum terjawab adalah Dragon Bank terlibat dalam pencucian uang.

Seperti diketahui, Vanuatu kembali mengusik Indonesia pada Sidang Majelis Umum PBB.

Serangan ini merupakan kesekian kalinya yang dilakukan Vanuatu.

Pada 2016 Vanuatu juga pernah mengkritik catatan HAM Indonesia di Papua dan Papua Barat. (*)

Artikel ini telah tayang di detik.com dengan judul “Serang RI soal Papua, Begini Kondisi Ekonomi Vanuatu” https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5198375/serang-ri-soal-papua-begini-kondisi-ekonomi-vanuatu/2