PUBLIKKALTIM.COM – Setelah melontarkan kritik yang mengarah kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, status pendidikan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha Djumaryo jadi sorotan.
Belum lama ini terungkap ternyata Giring Ganesha pernah drop out (DO) dari Universitas Paramadina.
Sebagai informasi, Giring Ganesha sekolah di SMAN 34 Jakarta.
Kemudian setelah lulus, pada tahun 2002 Giring Ganesha masuk Universitas Paramadina.
Vokalis band Nidji tersebut juga pernah maju dalam pemilihan presiden mahasiswa Universitas Paramadina pada 2004, namun kalah.
Selepas itu, ia akhirnya mengajukan cuti kuliah untuk fokus bermusik.
Di Universitas Paramadina, ia menempuh pendidikan sarjana program studi Hubungan Internasional pada 2005.
Karena sampai 2017 tidak melanjutkan kuliah, pihak kampus pun terpaksa mengeluarkan Giring dari Universitas Paramadina.
Status tersebut dapat dilihat di laman ppdikti.kemdikbud.go.id.
Diberitakan sebelumnya, Giring Ganesha melontarkan kritik yang mengarah kepada Anies Rasyid Baswedan.
Giring mengatakan, generasi muda saat ini adalah orang-orang yang optimistis.
Namun, hal tersebut akan terancam jika Indonesia dipimpin oleh sosok yang memiliki rekam jejak menggunakan isu suku, ras, dan antargolongan (SARA) untuk menjadi pemimpin.
“Kemajuan kita akan terancam jika kelak orang yang menggantikan Pak Jokowi adalah sosok yang mempunyai rekam jejak menggunakan isu SARA dan menghalalkan segala cara untuk menang dalam pilkada,” kata Giring dalam perayaan HUT ke-7 PSI, Rabu (22/12).
Giring tak mengungkapkan siapa sosok yang ia maksud tersebut.
Hanya, ia menegaskan, Indonesia akan suram jika dipimpin oleh orang seperti itu. (*)