Tolak Perpanjangan Masa Jabatan Presiden, Ali Ngabalin Pertanyakan Logika Mahasiswa

oleh -
oleh
Ali Mochtar Ngabalin/tempo.co

PUBLIKKALTIM.COM – Aliansi Mahasiswa Indonesia (AMI) berencana akan menggelar demonstrasi menolak perpanjangan masa jabatan presiden Joko Widodo.

Para mahasiswa mengancam akan menggelar aksi lebih besar jika Jokowi tak merespons tuntutan mereka.

Terkait hal itu, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin menyindir aksi mahasiswa tersebut.

Ngabalin mempertanyakan logika para mahasiswa yang mengultimatum Jokowi.

“Bagaimana logikanya? Mahasiswa memberi waktu dua hari kepada presiden. Kalau main ancam-ancam itu bagaimana logikanya?” ujar Ngabalin dikutip CNNIndonesia.com, Selasa (5/4).

Ngabalin bertanya-tanya apakah para mahasiswa tidak membaca berita terbaru.

Ngabalin lantas mengingatkan bahwa Jokowi telah menyetujui Pemilu Serentak 2024 digelar 14 Februari 2024.

Jokowi juga kata Ngabalin telah menegaskan penolakan terhadap perpanjangan masa jabatan.

“Apakah mereka paham konstitusi mengatur periode masa presiden dan tidak mengatur perpanjangan?” tegas Ngabalin.

Politikus Partai Golkar itu meminta mahasiswa untuk menyampaikan pendapat secara santun.

Dia minta tak ada lagi ancaman atau ultimatum yang dilayangkan ke Jokowi.

BERITA LAINNYA :  Ajak Mahasiswa Unmul ke Kantor DPRD Kaltim, Rusman Ya'qub: Supaya Mereka Tahu Persis Kondisi Lapangan di Legislatif

“Mereka akan jadi pemimpin-pemimpin besar republik ini. Mulai sekarang, mereka harus menyampaikan pendapat dengan baik, enggak usah main ancam. Itu bukan watak mahasiswa,” ucapnya.

Sebelumnya, AMI menggelar demonstrasi menolak perpanjangan masa jabatan presiden dan penundaan pemilu. Demonstrasi digelar di dekat Istana Kepresidenan Jakarta pada Jumat (1/4).

Mahasiswa memberi waktu kepada Jokowi untuk merespons hingga 3 April 2022.

Karena Jokowi tak merespons hingga saat ini, AMI berencana menggelar aksi unjuk rasa lanjutan.

“Puluhan ribu mahasiswa dari seluruh Indonesia akan turun ke jalan jika wacana ini terus dikumandangkan!” dikutip dari keterangan tertulis AMI, Senin (4/4). (*)

1.046 Tayangan