Tolak Tawaran Gubernur Kaltara, Hasanuddin Masud Tegaskan Berau Harus Tetap di Kaltim

oleh -
oleh
Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Masud

PUBLIKKALTIM.COM – Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Masud menolak tawaran Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Zainal Arifin Paliwang yang mengajak Berau pindah daerah administratif dari Kaltim ke Kaltara.

Hasan Masud menegaskan Berau akan tetap berada di bawah administrasi Provinsi Kaltim.

Politisi Golkar ini juga meminta Pemprov Kaltim turut menolak tawaran Pemprov Kaltara tersebut.

“Berau harus tetap di Kaltim,” kata Hasanuddin Masud, belum lama ini.

Hasan menegaskan Berau tetap berada di Kaltim, termasuk juga sembilan kabupaten/kota lainnya.

10 kabupaten/kota yang ada di Kaltim, saat ini menjadi satu kesatuan. Untuk itu, peralihan kabupaten/kota ke provinsi lain mesti dipertimbangkan dengan sangat matang.

“Harus ada kesatuan dan persatuan 10 kabupaten dan kota tetap berada di Kaltim,” tegasnya.

Seperti diketahui, Berau kembali ditawari untuk bergabung ke Kaltara.

Hal tersebut diungkapkan langsung Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang.

Berbagai janji pun terus disampaikan gubernur Kaltara itu ke Berau.

Menurut Zainal Arifin, jika Berau bergabung ke Kaltara maka pelayanan ke masyarakat akan lebih cepat.

Sebab dari Berau ke Bulungan lebih dekat jika dibandingkan Berau ke Samarinda yang memakan waktu sekitar 12 jam melalui jalan darat.

BERITA LAINNYA :  DPRD Kaltim Dorong Pemerintah Maksimalkan Anggaran Pendidikan dan Minta Kesejahteraan Guru Diperhatikan

Tak hanya faktor geografis, faktor sejarah menurutnya juga melatarbelakangi Kaltara terus mengajak Berau untuk bergabung.

Menurutnya, kerajaan di Berau memiliki kedekatan dengan kerajaan di Kaltara.

Tawaran dari Kaltara yang dialamatkan kepada Berau ini seketika menjadi buah bibir hangat di tengah masyarakat Kaltim.

Banyak yang bertanya-tanya walau tawaran kali ini bukanlah yang pertama.

Sekalipun pindah, Berau ada memberikan sejumlah persyaratan ke Kaltara.

Salah satunya adalah menjadikan Berau sebagai ibu kota Kaltara.

Bupati Berau, Sri Juniarsih pun sudah angkat suara. Dia mengakui ada sejarah penjang antara Berau dan Kaltara.

“Namun ketika dulu sudah terjadi Kaltara, ada beberapa pertimbangan yang menjadikan Berau hanya mendukung, tetapi belum bergabung,” jelas Sri Juniarsih.

Kendati begitu, Sri Juniarsih belum terlalu mempertimbangkan ajakan tersebut.

“Biar waktu yang berproses,” ucapnya. (Advertorial)