TPS Teuku Umar Resmi Ditutup: DLH Samarinda Umumkan Tiga Lokasi Pengganti

oleh -
oleh
Foto : TPS Teuku Umar di depan gedung DPRD Kaltim yang kini resmi ditutup DLH Samarinda karena kerap menimbulkan kemacetan. (HP)

PUBLIKKALTIM.COM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda resmi menutup Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Jalan Teuku Umar, Kecamatan Sungai Kunjang, mulai Senin (22/9/2025).

Penutupan ini bukan hanya untuk mengurangi risiko keselamatan dan kemacetan, tetapi juga sebagai langkah mempercantik wajah Kota Tepian.

TPS yang akrab disebut warga sebagai TPS DPRD Kaltim itu akan segera dibongkar. Aktivitas pembuangan sampah dialihkan ke tiga lokasi alternatif, yaitu TPS Pasar Kedondong, TPS Adam Malik, dan TPS Lok Bahu.

Kepala Bidang Limbah B3 DLH Samarinda, Boy Leonardo Sianipar, mengatakan keberadaan TPS di depan kantor pemerintah dinilai tidak selaras dengan upaya menjaga estetika kota dan nantinya aktivitas pembuangan sampah dialihkan ke beberapa titik alternatif.

“Ada tiga lokasi yang bisa digunakan masyarakat, yaitu TPS Pasar Kedondong, TPS Adam Malik, dan TPS Lok Bahu,” jelas Boy Leonardo Sianipar saat dihubungi melalui via Whatsapp.

Ia mengakui Pasar Kedondong akan menjadi lokasi paling terdampak dari pengalihan ini. Namun pihaknya sudah menyiapkan antisipasi dengan menambah intensitas pengangkutan sampah.

“Dari sebelumnya empat kali, sekarang menjadi enam kali dalam sehari, pagi, siang, sore, hingga malam,” terangnya.

BERITA LAINNYA :  Penyebab Banjir di Kawasan Samarinda Ulu, Komisi III DPRD Temukan Fakta Ini

DLH juga menyiapkan TPS baru di dalam kawasan kantor UPT Pasar Kedondong, hanya sekitar 50 meter dari lokasi lama. TPS ini diharapkan lebih representatif karena tidak berada langsung di pinggir jalan.

Meski begitu, Boy tidak menutup mata bahwa penambahan frekuensi pengangkutan berpotensi mengganggu arus lalu lintas sekitar pasar.

“Kami sadar pasti ada sedikit pengaruh, apalagi di jam sibuk tapi ini langkah sementara sampai bangunan TPS baru selesai. Kami berharap masyarakat bisa bersabar,” ujarnya.

Menurut Boy, alasan utama penutupan TPS Teuku Umar adalah faktor keselamatan.

“Lokasinya berada di dekat persimpangan lampu merah dengan arus kendaraan padat saat petugas mengangkut sampah, risikonya cukup besar, baik bagi pengguna jalan maupun petugas kami sendiri. Belum lagi masalah kemacetan dan penilaian estetika karena letaknya di depan kantor pemerintah,” pungkasnya.

(Redaksi)

 

1.162 Tayangan