,

Update Corona 11-15 April, Kaltim Tak Ada Tambahan Pasien Positif

oleh -
Andi M. Ishak, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim

PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Sudah 5 hari tidak ada penambahan kasus positif Covid-19 di Kaltim, dihitung hingga 15 April kemarin.

Terakhir penambahan terjadi pada Jumat (10/4/2020). Pada saat itu terjadi penambahan 3 kasus positif Covid-19, di Balikpapan, Samarinda, dan Berau.

Hingga berita ini ditulis, kasus konfirmasi positif di Kaltim berjumlah 35 kasus. 8 di antaranya dinyatakan sembuh, dan 1 pasien meninggal dunia.

Lima hari tidak ada penambahan, apakah wabah Covid-19, mulai bisa ditekan di Bumi Mulawarman, dan apakah kondisi perlahan mulai membaik jelang Ramadan?

Sayangnya, Andi Muhammad Ishak, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim memiliki jawaban berbeda. Tidak adanya temuan kasus positif corona di Kaltim, tidak berarti kasus Covid-19 sudah bisa ditekan.

Andi menerangkan, salah satu penyebab tidak bertambahnya kasus positif di Kaltim, berkaitan dengan kondisi keterbatasan di laboratorium Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya yang memiliki wilayah kerja pengujian swab untuk Kaltim, Kaltara, Kalteng, dan sebagian Kalsel. Selain itu banyaknya sampel spesimen yang harus di uji lab, membuat pihak BBLK membuat skala prioritas mana sampel yang harus lebih dahulu di uji.

“Tidak ada hasil positif, terkait juga dengan kemampuan dari kapasitas dan SDM BBLK. Terjadi lonjakan besar kasus di Indoensia, maka ada skala prioritas siapa yang harus diuji duluan,” kata Andi, dikonfirmasi Kamis (16/4/2020).

BERITA LAINNYA :  Terus Berbenah Mencari Formula Penanggulangan Banjir, Pemkot Samarinda dan Pedagang Sepakat Pasar Dayak Direlokasi

Selain itu, seluruh lab pengujian spesimen swab Covid-19, juga sempat kehabisan reagen. Reagen adalah suatu zat atau senyawa yang digunakan untuk mengekstrak sampel swab yang dikirim dari daerah.

“Reagen kosong lab nasional, kemrin sudah ada, sudah datang pesanan dari luar negeri. Sekarang sudah kembali melakukan pemeriksaan swab,” jelas Andi.

Andi menambahkan, untuk waktu pengetesan suatu sampel swab, membutuhkan waktu sekitar 30-60 menit, untuk diketahui hasil swabnya. Sementara untuk berapa kapasitas pengujian yang bisa dilakukan BBLK per harinya, Andi menyatakan tidak mengetahui detailnya.

Dinkes Kaltim pun tengah memprioritaskan sampel swab yang sudah lama diambil oleh tenaga medis ke Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kaltim. Diketahui hingga saat ini ada 108 PDP yang menunggu hasil lab di Surabaya ini.

“Kami memprioritaskan pengujian swab yang sudah lama diambil untuk diperiksa terlebih dahulu. Ada sekitar 108 PDP yang masih menunggu hasil uji swab dari BBLK Surabaya,” pungkasnya. (*)