Bawaslu Gelar Sosialisasi Indeks Kerawanan Pilkada Balikpapan

oleh -
oleh
Sosialisasi Indeks Kerawanan Balikpapan 2020 oleh Bawaslu Balikpapan.

PUBLIKKALTIM.COM, BALIKPAPAN– Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Balikpapan gelar sosialisasi Indeks Kerawanan Pilkada Balikpapan Tahun 2020 di Hotel Golden Tulip Balikpapan, Selasa (17/3/2020).

Dalam sosialisasi itu dijelaskan, indeks kerawanan pilkada terbagi menjadi 6 level, yaitu level 1 dan 2 kategori rendah, level 3 dan 4 kategori sedang, level 5 dan 6 kategori tinggi.

Muhammad Ramli selaku komisioner Bawaslu Provinsi Kalimantan Timur menyampaikan, Paser menjadi kota yang paling tinggi indeks kerawanannya, sementara Balikpapan masuk ke level 4.

“Indeks kerawanan rata-rata di Kaltim masuk di level 4, termasuk Balikpapan dengan angka 51,7%. Sekarang yang paling tinggi se-Kaltim itu Paser itu masuk level 5 dengan angka 58%,” jelasnya.

Ramli melanjutkan, kejadian di Balikpapan yang membuat indeks kerawanannya mencapai level 4, yaitu adanya pelanggaran aparatur sipil negara (ASN), dan juga money politic.

“Yang paling rawan itu 2 titik itu ya, ASN dan politik uang,” tuturnya.

BERITA LAINNYA :  Uji Covid-19, Bayar Rarusan Ribu Rupiah Untuk Rapid Test Mandiri di Balikpapan

“Rata-rata pelanggaran ruang ASN yang mendaftar ke partai politik untuk mendapat dukungan dengan cara pasang baliho,” lanjutnya.

Ramli berharap, penyelenggara Pilkada 2020 nantinya dapat menghindari pelanggaran-pelanggaran terjadi di pilkada lalu dan menyukseskan pilkada mendatang.

“Kalau pengalaman yang kemarin bisa dihindari kami yakin penyelenggara di Balikpapan bisa lebih sukses. Paling tidak nanti bisa masuk level ringan jadinya,” ujarnya. (*)