PUBLIKKALTIM.COM – Pemerintah kota (Pemkot) Samarinda diminta komitmen dalam mewujudkan program Samarinda bebas zona tambang pada 2026 mendatang.
Hal itu disuarakan anggota Komisi III DPRD Samarinda, Markaca.
Menurutnya, jika program tersebut terealisasi, maka hal itu dapat mengurangi intensitas banjir di beberapa titik di Kota Tepian.
“Jika di 2026 Samarinda bebas tambang tentu sangat bagus, kita bisa kembali menata lingkungan termasuk juga meminimalisir bencana-bencana yang biasa terjadi seperti banjir,” ujarnya.
Lanjut dijelaskannya, meski Samarinda sudah bersih dari aktivitas pertambangan, Markaca menyebut tak perlu khawatir dengan perekonomian, karena sebagian wilayah Samarinda lebih bagus untuk dijadikan lahan industri.
“Mungkin ke depannya sebagian wilayah Kota Samarinda dijadikan lahan industri tentu lebih bagus, apalagi di kawasan Palaran. Jika telah ditetapkan menjadi Kota Satelit, tentu akan menunjang perekonomian kita,” terangnya.
Markaca berharap Pemkot Samarinda mampu berkomitmen untuk menjalankannya, agar ke depan masyarakat dapat merasakan hasil dari berjalannya program tersebut.
“Saya berharap ketika program ini berjalan, semua sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Samarinda dapat terus naik, karena meningkatnya industri di Kota ini,” pungkasnya. (advertorial)