PUBLIKKALTIM.COM – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai digulirkan di Kecamatan Samarinda Seberang mendapat sambutan positif dari berbagai pihak.
Tidak hanya membawa manfaat langsung bagi para pelajar, program ini juga dinilai mampu menggerakkan perekonomian masyarakat bawah, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor pangan.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan bahwa Program MBG bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan bagian dari kebijakan pembangunan nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
“Program MBG ini adalah program prioritas Bapak Presiden Prabowo. Artinya, ini bukan lagi sekadar pilihan, tapi sebuah keharusan. Kita tidak bisa lagi memperdebatkan. Kita hanya punya satu tugas: dukung, sukseskan, dan doakan agar bermanfaat,” ujar Andi Harun saat meninjau pelaksanaan program tersebut, Selasa (11/6).
Menurutnya, program ini memberikan dampak berlapis.
Selain meningkatkan asupan gizi bagi para siswa, MBG juga membuka peluang usaha bagi masyarakat, terutama pelaku usaha kecil di bidang katering, pengadaan bahan pangan seperti beras, daging, telur, dan sayuran.
“Kita berharap program ini memberi efek berganda, tidak hanya meningkatkan gizi siswa, tapi juga mendorong pertumbuhan UMKM. Kalau ini dikelola dengan baik, maka MBG bukan sekadar program bantuan, tapi akan menjadi ekosistem ekonomi mikro yang berkelanjutan,” katanya.
Ia mencontohkan sejumlah katering lokal di Samarinda Seberang yang kini dilibatkan dalam pengadaan makanan MBG.
Dengan distribusi makanan yang luas dan berlangsung secara berkala, para pelaku usaha mendapat kepastian pendapatan dan kesempatan memperluas jangkauan usaha mereka.
Program ini pun diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi model pelibatan ekonomi rakyat dalam kebijakan pendidikan dan kesehatan nasional, terutama dalam upaya penanggulangan stunting dan gizi buruk di kalangan pelajar. (Adv)