DPRD Samarinda Dukung Penguatan Program Kredit Bertuah untuk UMKM

oleh -
oleh
Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Sani Bin Husain/ist

PUBLIKKALTIM.COM – DPRD Samarinda mendukung dan mengapresiasi Program Kredit Bertuah yang digagas Pemerintah Kota (Pemkot) Kota Tepian.

Program pembiayaan untuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ini dinilai telah memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama dalam memperkuat permodalan usaha kecil.

Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Sani Bin Husain, menilai bahwa Program Kredit Bertuah telah berjalan dengan baik dan sesuai sasaran.

Berdasarkan hasil evaluasi, penyaluran kredit yang telah mencapai sekitar Rp12 miliar menunjukkan kinerja yang cukup sehat dengan tingkat kredit macet di bawah 2 persen.

“Dari total penyaluran sekitar Rp12 miliar, tingkat kemacetan di bawah 2 persen. Ini bukti bahwa pelaku UMKM kita disiplin dan usahanya benar-benar produktif,” kata Sani, Senin (8/6/2026).

Menurutnya, angka tersebut menjadi indikator bahwa pelaku UMKM di Samarinda memiliki kedisiplinan yang baik dalam pengelolaan pinjaman serta menjalankan usaha yang produktif.

Ia menegaskan bahwa program ini juga berperan penting sebagai alternatif pembiayaan yang lebih aman dibandingkan dengan rentenir yang kerap membebani masyarakat dengan bunga tinggi.

Dorongan Kenaikan Plafon Pinjaman

Meski dinilai berhasil, Sani menilai perlu adanya penyesuaian terhadap besaran plafon pinjaman.

Saat ini, plafon Kredit Bertuah berada di angka Rp25 juta, namun dianggap sudah tidak lagi memadai untuk kebutuhan usaha yang terus berkembang.

Sani mendorong agar pemerintah kota melakukan kajian ulang untuk meningkatkan plafon menjadi Rp50 juta hingga Rp100 juta.

BERITA LAINNYA :  Tekan Angka Stunting, DPRD Samarinda Dorong Upaya Pencegahan Pernikahan Dini

Menurutnya, tambahan modal tersebut akan membantu pelaku UMKM memperluas usaha, meningkatkan kapasitas produksi, dan memperkuat daya saing di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

“Dengan kondisi sekarang, plafon Rp25 juta sudah tidak cukup. Harus ada kajian untuk menaikkan menjadi Rp50 juta bahkan sampai Rp100 juta,” ucapnya.

Pemerataan Akses Program

Selain peningkatan plafon, politisi PKS ini juga menyoroti pentingnya pemerataan akses program Kredit Bertuah.

Selama ini, manfaat program masih dirasakan lebih banyak oleh pelaku usaha di wilayah pusat kota.

Ia menegaskan bahwa masyarakat di kecamatan dan kelurahan juga harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengakses pembiayaan tersebut.

Oleh karena itu, sosialisasi program dinilai perlu diperkuat agar informasi mengenai Kredit Bertuah dapat menjangkau lebih luas hingga ke tingkat akar rumput.

Ia memastikan akan terus mengawal pelaksanaan dan pengembangan Program Kredit Bertuah.

“Pengawasan ini dilakukan agar program tetap berjalan tepat sasaran dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” pungkasnya.

Dengan dukungan regulasi dan evaluasi berkelanjutan, ia berharap Kredit Bertuah dapat terus menjadi solusi pembiayaan yang inklusif serta mendorong pertumbuhan UMKM di Samarinda secara berkelanjutan. (Adv)

1.016 Tayangan