Jelang Natal dan Tahun Baru 2024, Stok Kesediaan Pangan di Samarinda Dipastikan Aman

oleh -
oleh
Ilustrasi bahan pokok/ IST
Ilustrasi kebutuhan pokok/ IST

PUBLIKKALTIM.COM – Pemkot Samarinda melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian memastikan stok kesediaan pangan di Kota Tepian aman menjelang natal dan tahun baru 2024.

Dijelaskan Analisis Ketahanan Pangan Ahli Muda Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lilis Aryani, bahwa kondisi stok pangan di atas kebutuhan masyarakat.

“Ketersediaan kita (Stok Pangan) neracanya bagus rata-rata di atas kebutuhan semua, jadi kalau untuk Natal dan Tahun Baru itu aman, distribusinya juga bagus lancar aja,” ujar Lilis, Senin (20/11/2023).

Ia mengatakan untuk saat ini tantangan muncul terkait harga cabai yang naik.

Cabai yang diimpor dari Jawa dan Sulawesi mengalami ketidakstabilan akibat musim hujan.

“Kalau cabai agak rentan, kalau misalnya musim hujan meskipun panen jadi rontok tidak bisa di panen, itu yang menyebabkan tinggi harga disitu,” jelasnya.

Dikatakannya, saat ini pihaknya telah melakukan langkah antisipasi dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan rapat koordinasi terkait inflasi.

“Kami tekankan sekarang kelancaran distribusi pangan dari Jawa atau Sulawesi,” ucapnya.

BERITA LAINNYA :  New Normal, Ini Tanggapan Sekjen MUI Soal Ibadah di Masjid

Dengan keberlanjutan distribusi pangan menjadi fokus utama, terutama mengingat adanya gelombang laut tinggi yang dapat menghambat pengiriman dalam menghadapi potensi kendala cuaca, pihak berwenang memberikan pesan tenang kepada masyarakat.

“Kami berpesan agar tidak ada kepanikan kepada masyarakat karena kalau dilihat dari kebutuhan menjelang puasa dan Idul Fitri jauh lebih tinggi dibanding dengan menjelang Natal dan Tahun Baru,” jelasnya.

Dengan harga cabai yang mengalami kenaikan, Kabupaten Ketapang mengamankan ketersediaan pangan dengan menekankan kelancaran distribusi sebagai prioritas utama.

“Meskipun ada kenaikan sekitar 10%, masih dianggap dalam batas aman. Dalam menghadapi potensi gangguan cuaca, upaya maksimal dilakukan untuk memastikan distribusi pangan tetap lancar,” pungkasnya. (Adv)

1.010 Tayangan