Jokowi Respon Permintaan Relawan untuk Kembali Maju di Pilpres 2024, Ini Katanya

oleh -
oleh
Presiden Jokowi/tempo.co

PUBLIKKALTIM.COM – Presiden Joko Widodo atau Jokowi menghadiri acara Musyawarah Rakyat atau Musra Relawan Jokowi yang digelar di GOR Arcamanik, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (29/8/2022).

Pada kesempatan itu, Jokowi kembali menanggapi suara relawan yang menghendaki dia kembali maju menjadi calon presiden pada Pilpres 2024.

Adapun agenda acara itu yakni membahas siapa calon presiden pilihan para relawan di Pilpres 2024.

Jokowi pun mengungkapkan agar mereka tak salah pilih dan berhati hati saat memilih.

“Saya ulangi lagi. Ulah lepat. Jangan keliru, salah salah menentukan sikap,” kata dia.

Jokowi kemudian meneruskan, bahwa ada lagi yang bertanya kepada dia, “siapa pak?”

Saat itu muncul suara “Jokowi, Jokowi”

“Ya nanti ini forumnya Musra ini ditanya, siapa. Jokowi, Jokowi. Konstitusi tidak memperbolehkan ya. Sudah jelas itu. Ya sekali lagi saya akan selalu taat pada konstitusi dan kehendak rakyat, Saya ulangi. Saya akan taat konstitusi dan kehendak rakyat,” tegas Presiden dikutip dari Tempo.

Mendengar hal itu massa pun kembali meneriakkan nama “Jokowi” sambil bertepuk tangan.

Lebih lanjut, Jokowi kemudian mengungkapkan keheranannya terhadap kelompok yang langsung memprotes wacana jabatan presiden tiga periode.

Menurut Jokowi, hal tersebut masih dalam tataran wacana saja.

BERITA LAINNYA :  Diajak Amien Rais Desak Jokowi Mundur, Din Syamsuddin Mengaku Tak Cukup Nyali

“Karena negara ini negara demokrasi, jangan sampai ada yang baru ngomong tiga periode saja sudah ramai. Itu kan tataran wacana, kan boleh saja orang menyatakan pendapat,” ucapnya.

Jokowi menyebut jabatan Presiden 3 periode untuk dirinya masih di tataran wacana.

Sehingga, ia mengingatkan kepada pihak yang protes untuk menyampaikan pendapat dan aspirasi dengan cara yang baik dan tidak anarkis.

“Wong ada yang ngomong ganti Presiden kan juga boleh. Ya ndak? Jokowi mundur kan juga boleh,” kata Jokowi.

Wacana jabatan tiga periode ini sebelumnya muncul di awal tahun 2022.

Hal itu pertama kali disuarakan Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto.

Ia mengklaim ide melanggar konstitusi tersebut merupakan aspirasi masyarakat.

Belum selesai dengan pernyataan Airlangga, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan juga mengeluarkan pernyataan serupa.

Ia mengklaim menurut big data yang dimilikinya, ada 110 juta netizen yang meminta Jokowi menjabat tiga periode. (*)

1.141 Tayangan