Kaltim Punya 89 Pabrik CPO yang Masih Aktif, Disperindagkop dan UMKM Kaltim: Harusnya Bisa Miliki 25 Pabrik Minyak Goreng

oleh -
oleh
Kepala Disperindagkop dan UMKM Kaltim, HM Yadi Robyan Noor

PUBLIKALTIM.CO, SAMARINDA – Kepala Disperindagkop dan UMKM Kaltim, HM Yadi Robyan Noor membeberkan jumalah industri crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah di Bumi Mulawarman.

Ia mengatakan saat ini Kaltim memiliki 89 pabrik CPO mentah yang masih aktif dari total 97 pabrik yang ada.

Roby mengatakan dari jumlah tersebut mestinya Kaltim bisa memiliki 25 pabrik minyak goreng berbahan baku sawit.

Sementara kondisinya saat ini, Bumi Mulawarman hanya memiliki tiga pabrik minyak goreng.

“Saat ini pabrik minyak goreng hanya tiga di Kaltim. Dua di Balikpapan dan satu di Bontang. Sedangkan, pabrik kemasannya baru satu di Samarinda,” beber Roby, Kamis (17/3/2022).

Kendala menghadirkan banyak pabrik minyak goreng, salah satu utamanya karena produsen CPO diuntungkan dengan ekspor.

Kenaikan harga permintaan dunia saat ini bahkan menyentuh 145 persen.

BERITA LAINNYA :  Upaya Turunkan Angka Stunting, Rusmadi: 2023 Fokus Benahi Permukiman yang Sanitasinya Masih Bermasalah

Akhirnya,  produksi untuk minyak goreng dan kebutuhan lainnya pun tak terkendali.

Lebih lanjut Roby mengatakan kondisi tersebut tidak hanya terjadi di Kaltim saja, namun juga di luar Kaltim mengalami hal yang sama.

“Kondisi ini bukan dialami Kaltim saja, tapi luar Kaltim pun merasakan dampaknya. Idealnya kita harus punya 25 pabrik minyak goreng,” tegasnya.

Disperindagkop dan UKM Kaltim memaparkan stok minyak goreng di Kaltim, secara keseluruhan berjumlah 1.674.681 liter atau 1.507,21 ton.

“Minyak goreng itu berada di distributor, toko swalayan pasar tradisional dan pedagang,” pungkasnya. (Advertorial)