Kerap Bahas Kematian Brigadir J, Susno Duadji Mengaku Diteror hingga Pertambangan Sang Anak Didatangi Polisi

oleh -
oleh
Eks Kabareskrim Polri Komjen Pol (Purn) Susno Duadji/populis.id

PUBLIKKALTIM.COM – Mantan Kabareskrim Komjen (Purn) Susno Duadji mengaku diteror oleh orang-orang yang berasal dari kepolisian.

Hal itu diduga lantaran dirinya kerap membahas kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J yang menyeret Irjen Ferdy Sambo.

Susno Duadji mengatakan, pada 16 Agustus 2022 lalu, usaha tambang anaknya yang berada di Lahat, Sumatera Selatan didatangi oleh sejumlah polisi.

Susno Duadji menuturkan, polisi-polisi tersebut datang menggunakan mobil dinas berpelat Jakarta.

Bahkan ada pula mobil Inafis di dalam rombongan itu.

Ketika datang ke pertambangan milik anaknya, Susno Duadji mengatakan polisi-polisi tersebut tidak membawa surat tugas dari instansi mereka.

Kendati demikian, mantan Kapolda Jawa Barat itu mengaku tidak takut.

Ia menegaskan akan terus menyuarakan keadilan, terlebih kasus Brigadir J ini menyangkut nyawa seseorang.

Hal itu diungkap Susno Duadji saat berbincang dengan ahli hukum tata negara Refly Harun.

Pada kesempatan itu, Refly Harun menyinggung kasus penembakan 6 laskar Front Pembela Islam (FPI) di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50.

“KM 50 gimana Pak Susno? Jangan sampai KM 50 dilupakan ya,” ujar Refly Harun.

BERITA LAINNYA :  Terlibat Upaya Penghalangan Penyidikan Kasus Brigadir J, Kapolri Kembali Mutasi 24 Anggotanya

Refly Harun menilai, Susno Duadji merupakan salah satu purnawirawan polisi yang vokal.

Termasuk dalam menyentil institusi Polri yang pernah menaunginya selama puluhan tahun berkarier.

“Selama kasus Brigadir J ini dia salah satu pensiunan yang vokal, yang berani bersuara apa adanya, termasuk juga menyenggol institusi asalnya, yaitu Polri,” ujarnya.

Menurut mantan Staf ahli Mahkamah Konstitusi itu, Susno Duadji berbeda dengan purnawirawan polisi lainnya maupun para penasihat ahli Kapolri yang sangat membela instansi Kepolisian.

Pasalnya, kata Refly Harun, mantan penasihat Koorsahli Kapolri itu berspektif pada korban.

“Susno Duadji justru berada di sisi atau perspektif korban. Dan kalau kita mau sedikit jujur soal kasus ini, bagaimanapun posisi yang lemah itu Brigadir Yosua, bukan Ferdy Sambo,” pungkasnya. (*)