PUBLIKKALTIM.COM – Guna mengurai kemacetan di kawasan Selili, Pemkot Samarinda melalui dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) merancang pembangunan terowongan di kawasan tersebut.
Terowongan Selili ini akan dibangun dari Jalan Sultan Alimuddin ke Jalan Kakap menembus kawasan Bukit Steling Selili.
Terowongan tersebut dalam rancangannya, panjangnya sekitar 710 meter.
Terkait hal itu, Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Angkasa Jaya Djoerani mengaku dalam rapat dengan Dinas PUPR Samarinda, terowongan Selili masuk dalam program multiyears yang sumber dananya dari APBD.
Angkasa Jaya menjelaskan, saat rapat PUPR telah menjamin program tahunannya akan selesai di tahun ini.
“Berarti dalam penyerapan anggarannya tidak ada kendala,” ujar Angkasa Jaya, Jum’at (4/11).
Hanya saja, Angkasa Jaya mengaku ada program yang belum tuntas di tahun ini dalam program multiyears.
Tapi Dinas PUPR Samarinda belum membawa data terkait program tersebut pada rapat yang digelar pada Kamis, (3/11/2022) kemarin.
“Tetapi tadi disampaikan bahwa mereka akan mengundang kami untuk memberikan penjelasan, salah satunya soal Terowongan Selili,” ucapnya.
Angkasa Jaya menuturkan target pembangunan Terowongan Selili belum bisa disampaikan PUPR dan DPRD Samarinda akan memberi waktu dalam sepekan untuk mempersiapkan laporan.
“Ketika data siap, mereka pasti menjelaskan apa kendala dalam pelaksanaan program dan mungkin saja salah satunya karena kenaikan bahan bakar. Ini alasan umum lah,” pungkasnya. (Advertorial)