Komisi IV DPRD Kaltim Akan Dorong Pemprov Realisasikan Belajar Tatap Muka langsung di Awal Tahun 2021

oleh -
oleh
Rusman Yaqub, Ketua Komisi IV DPRD Kaltim
Rusman Yaqub, anggota Komisi IV DPRD Kaltim

PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Komisi IV DPRD Kaltim akan mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim agar segera dapat mencari solusi terkait masalah pendidikan di tengah situasi pandemi Covid-19 yang belum kunjung mereda.

Sejak bulan Maret yang lalu, seluruh sekolah ditutup. Para siswa diimbau untuk belajar secara mandiri di rumah dengan sistem daring. Pembelajaran melalui aplikasi-aplikasi pendukung mulai ramai digunakan. Bahkan hingga hari ini, sistem pembelajaran daring masih dilakukan.

Sebab itu melalui Ketua Komisi IV DPRD Kaltim mengusulkan agar sistem kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap dikombinasikan antara pembelajaran jarak jauh dengan tatap muka.

“Caranya begini, misalkan dalam 1 kelas itu ada 30 siswa. Maka itu dibagi. Contoh, 15 orang mengikuti KBM secara luring dan selebihnya daring. Itu bisa dilakukan bergantian,” ungkap Rusman kepada awak media.

Tak dapat dipungkiri bahwa pembelajaran jarak jauh dinilai sangat tidak efektif. Ia juga menyebutkan ada beberapa efek buruk yang dapat mempengaruhi siswa.

Contohnya adalah menurunkan imun sosial siswa dan cenderung terkesan egois. Sebab, siswa tak mau tahu dengan lingkungan sosialnya. Terbiasa dengan pembelajaran daring dan kerap menyentuh gawai.

Dampak lainnya yakni berpotensi adanya fenomena putus sekolah karena sebagian siswa ada yang fokus ikut membantu orangtuanya bekerja. Termasuk tidak menutup kemungkinan adanya tindak kekerasan terhadap siswa selama di rumah.

Lebih gawatnya, orangtua tidak siap menjadi guru bagi anak-anaknya di rumah sendiri. Oleh sebab itu, opsi sekolah dibuka kembali harus dipikirkan.

Demi mendukung hal tersebut, perlu ada sosialisasi antara orangtua siswa dan guru di setiap jenjang pendidikan untuk merumuskan pembelajaran tatap muka langsung.

BERITA LAINNYA :  Sumbang Ide Penanganan Banjir di Samarinda, Anggota Dewan Sebut Bangun Banyak Kanal untuk Percepat Aliran Air ke Sungai

“Supaya saling menjaga, sekarang ini harus ada kolaborasi antara satuan pendidikan, orangtua siswa, dan guru. Sebab kalau kita bertahan dengan konsep jarak jauh, risiko jangka panjangnya banyak. Kita akan kehilangan momen membangun karakter anak didik,” ujarnya.

Pemprov Kaltim harus mencari terobosan dalam hal pendidikan dan tidak boleh kalah dengan pandemi. Namun mengingat tempo lalu ada sebagian orangtua siswa yang kontra dengan adanya kebijakan kembali ke sekolah di tengah pandemi, Rusman menegaskan bahwa sekolah, orangtua siswa, dan guru harus saling kompak. Jika ada satu pihak yang tidak setuju, tentu akan menyulitkan.

“Para siswa juga mesti rindu dengan suasana sekolah dan bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya. Sebab di rumah, hal itu tak begitu maksimal siswa dapatkan,” ucapnya.

Ditanya soal keterbatasan sekolah untuk memenuhi protokol kesehatan seperti wastafel, hand sanitizer, dan sebagainya diyakini Rusman bahwa hal tersebut bisa dicari jalan keluarnya.

“Misalnya saat siswa berangkat ke sekolah dan menggunakan transportasi umum seperti angkot. Maka sopir-sopirnya harus kita bekali pula dengan protokol Covid-19. Mau tidak mau itu dilakukan demi masa depan anak bangsa,” pungkasnya. (advertorial)