PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Masuknya libur Natal dan Tahun Baru direspon pihak Komisi II DPRD Kaltim.
Hal ini berkaitan dengan perekonomian masyarakat yang menjadi beban kerja di Komisi II DPRD Kaltim.
Diketahui, harga kebutuhan bahan pokok jelang perayaan natal dan tahun baru di Kaltim terpantau stabil hingga saat ini. komisi II DPRD Kaltim mengimbau pelaku usaha untuk tidak memanfaatkan momen ini dengan menimbun stok kebutuhan bahan pokok yang dapat memicu kenaikan harga jual barang.
“Bantu juga pemerintah dan masyarakat untuk sama-sama menjaga kestabilan harga kebutuhan bahan pokok,” ujar Veridiana Huraq Wang, Ketua Komisi II DPRD Kaltim saat dihubungi awal media, Rabu (23/12).
Ia juga menegaskan bahwa Dewan sebagai lembaga pengawas akan bergerak cepat jika diperoleh informasi adanya upaya-upaya oknum pedagang yang mencoba menimbun stok kebutuhan bahan pokok jelang Nataru ini.
“Kita akan langsung ke lapangan. Ini peringatan untuk oknum pedagang nakal yang coba memanfaatkan momen Nataru untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya dengan merugikan orang lain. Yang jelas dinas terkait akan kita minta tanggungjawab,” tegasnya.
Hingga H-2 jelang perayaan hari besar natal komisi II DPRD Kaltim belum menyusun agenda sidak pasar. Hal ini lantaran kondisi pandemi Covid-19 yang masih mengalami fluktuasi konfirmasi kasus positif di Kaltim.
“Belum ada agendanya monitor kelapangan karena kondisi pandemi yang tidak memungkinkan. Dengan imbauan pemerintah agar tidak merayakan natal dan tahun baru dengan berlebihan sepertinya juga di pahami masyarakat. Masyarakat cukup sadar dengan kondisi pandemi yang masih belum selesai,” tutupnya.
Sementara itu, untuk pengamanan libur Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2021, pihak terkait juga sudah waspada.
Kapolda Kaltim Irjen Pol Herry Rudofk Nahak mengatakan akan menindak tegas pelaku pelangaran prosedur kesehatan (Prokes).
“Pelanggaran terhadap prokes akan dikenakan pidana karena ada undang-undang yang mengaturnya, kami minta warga untuk tidak merayakannya secara berlebihan, apalagi kan sudah ada surat edaran dari gubernur dan wali kota,” ujar Kapolda Kaltim, Senin (21/12) lalu.
Sebagai informasi, Operasi Lilin Mahakam 2020 dilaksanakan selama dua minggu hari, per hari Senin ini hingga Senin (4/1/2021) mendatang dengan menerjunkan setidaknya 1.990 personel polri, 304 personel TNI dan instansi lainnya sebanyak 1.348 personel.
Petugas akan mengamankan 96 pos, 931 gereja, 16 terminal, 14 pelabuhan, 7 bandara, 43 pusat belanja dan 85 objek wisata di wilayah Kalimantan Timur.
“Apel gelar pasukan ini dilaksanakan sebagai bentuk pengecekan terakhir kesiapan pelaksanaan Operasi Lilin Tahun 2020 dalam rangka pengamanan perayaan Natal dan Tahun baru 2021,” ujar Herry. (advertorial)