PUBLIKKALTIM.COM – Konvoi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) yang bertujuan mengirimkan bantuan ke Jalur Gaza, Palestina, nyaris seluruhnya dicegat pasukan Israel.
Dari sekitar 40 kapal sipil yang tergabung dalam armada kemanusiaan internasional ini, hanya tersisa satu kapal bernama Marinette yang masih terlacak berlayar menembus blokade.
Berdasarkan data pelacakan resmi, Marinette terakhir terpantau berada di perairan internasional sekitar 100 kilometer dari wilayah teritorial Gaza. Kapal tersebut melaju dengan kecepatan sekitar 2,16 knot atau setara 4 kilometer per jam. Situasi ini menjadikan Marinette simbol terakhir perjuangan GSF di tengah risiko besar penangkapan dan penyergapan.
Kapten Marinette sebelumnya sempat melaporkan bahwa kapal mengalami masalah mesin. Namun, menurut keterangan GSF, masalah tersebut kini telah diatasi. Komunikasi dengan tim pusat juga masih berjalan melalui layanan Starlink.
Siaran langsung dari tracker GSF menunjukkan kapal ini masih aktif hingga Kamis (3/10/2025) pukul 00.00 GMT.
“Marinette menolak untuk kembali,” tegas pernyataan resmi GSF.
“Gaza tidak sendirian. Palestina tidak dilupakan. Kami tidak akan ke mana-mana.”
Global Sumud Flotilla adalah gerakan internasional yang diluncurkan pada 31 Agustus lalu untuk mengirim bantuan kemanusiaan ke Gaza yang telah lama diblokade Israel. Konvoi ini membawa bantuan berupa bahan pangan, air bersih, obat-obatan, dan perlengkapan bayi untuk masyarakat Gaza.
Sekitar 40 kapal sipil bergabung, mengangkut ratusan jurnalis, tenaga kesehatan, serta aktivis dunia, termasuk aktivis iklim asal Swedia, Greta Thunberg.
Selama pelayaran, GSF mengaku berkali-kali mendapat serangan dan tekanan yang mereka sebut dilakukan oleh Negeri Zionis. Serangan dilaporkan terjadi saat armada berlayar di perairan Yunani maupun saat berlabuh di Tunisia.
Pada Rabu (1/10), angkatan laut Israel mencegat dan membajak puluhan kapal GSF yang mulai mendekati perairan Gaza. Lebih dari 400 aktivis ditangkap dan digelandang ke Israel, termasuk Greta Thunberg yang turut serta dalam misi kemanusiaan ini. Sementara itu, satu kapal GSF bernama Mikeno (atau Al Bireh) pada Kamis sempat terdeteksi sudah sangat dekat dengan pantai Gaza jaraknya hanya puluhan kilometer dari barat daya Gaza City.
Namun, hingga hari ini, Mikeno tidak lagi menunjukkan pergerakan. GSF menduga kapal tersebut juga telah dicegat oleh pasukan Israel.
(Redaksi)