Nasib Orang Tak Ada yang Tahu, Mantan Penjual Bensin Eceran Menuju Kursi Nomor 1 RI 

oleh -
oleh
Ganjar Pranowo, Calon Presiden 2024 dari PDIP/jakartaglobe.id

PUBLIKKALTIM.COM – Penjual bensin eceran di toko kelontong, kini diusung PDI-P maju sebagai calon presiden (Capres) di Pilpres 2024.

Ia adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Nama Ganjar ramai diperbincangkan publik setelah Ketua Umum PDI-P, Megawati menugaskan Ganjar untuk maju di Pilpres 2024.

Ganjar bukanlah nama baru yang disebut-sebut untuk maju sebagai Capres.

Namanya selalu masuk tiga besar dalam elektabilitas Capres.

Namun, namanya yang melejit sebagai Capres bukan hasil sulapan.

Ia memiliki karier politik yang panjang dan kisah hidup yang getir untuk sampai ke tahap ini.

Profil Singkat Ganjar

Dikutip Kompas.id, keluarga Ganjar bisa disebut hidup dalam kondisi ekonomi yang sulit.

Ayahnya, S Parmudji adalah polisi berpangkat rendah, sedangkan ibunya merupakan ibu rumah tangga.

Saat remaja, Ganjar sempat membantu ibunya berjualan bensin eceran di toko kelontong sederhana milik ibunya untuk membantu perekonomian keluarga.

Diketahui, Ganjar merupakan Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada dan lulus bergelar sarjana hukum pada 1995.

Saat masih jadi mahasiswa, ia sudah bergabung sebagai kader PDI-P di tahun 1992.

Ia memilih PDI-P karena dinilainya sebagai antitesis dari rezim Presiden Soeharto.

Setelah lulus kuliah, Ganjar mencoba peruntungan sebagai konsultan pengembangan sumber daya manusia di sebuah perusahaan swasta.

BERITA LAINNYA :  Gaduh Dana Baznas untuk Kader PDIP Jateng, Ini Respon Ganjar Pranowo

Karier profesionalnya di bidang konsultan dia setop di tahun 1999.

Kemudian, Ganjar memantapkan diri menekuni politik praktis pada tahun 2002.

Ganjar saat itu mendapat kesempatan menjadi Deputi I Badan Pendidikan dan Pelatihan Pusat (Badiklatpus) PDI-Perjuangan.

Ganjar juga menjadi anggota Bidang Penggalangan Panitia Pemenangan Pemilu Pusat pada tahun berikutnya.

Mulai Tempati Jabatan Publik

Setelah dua tahun menekuni politik praktis, Ganjar ditugaskan menjadi anggota DPR-RI dari Fraksi PDI-P periode 2004-2009.

Ganjar kemudian kembali menduduki kursi DPR pada periode 2009-2013.

Habis masa jabatannya di DPR, Ganjar ditugaskan PDI-P maju dalam pemilihan Gubernur Jawa Tengah periode 2013-2018.

Saat itu, Ganjar dipasangkan dengan Heru Sudjatmoko yang sebelumnya menjabat sebagai Bupati Purbalingga.

Dia menang dengan suara 48,82 persen rakyat Jawa Tengah, meninggalkan petahana Bibit Waluyo-Sudijono Satroatmodjo yang memperoleh 30,26 persen suara.

Pada Pilkada periode keduanya, Ganjar menang 58,78 persen suara dibandingkan pesaingnya Sudirman Said-Ida Fauziah. (*)