Pandemi COVID-19, SBY Menulis Buku Jangan Ada yang Dikorbankan, Selamatkan Manusia dan Ekonomi

oleh -
oleh
Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY/sindonews.com

PUBLIKKALTIM.COM – Berita Nasional yang PUBLIKKALTIM.COM tentang SBY menilai menyelamatkan jiwa manusia dan ekonomi dari pandemi COVID-19 bisa dilakukan secara bersamaan.

Mantan Presiden dua Periode Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) baru saja menulis sebuah buku.

Dalam buku tersebut suami almarhuma Ani Yudhoyono itu menyatakan bahwa jiwa manusia dan ekonomi bisa dilakukan secara bersamaan

SBY menilai menyelamatkan jiwa manusia dan ekonomi dari pandemi COVID-19 bisa dilakukan secara bersamaan.

Pandangan demikian dituliskannya dalam bukunya yang berjudul ‘Pandemi Covid-19, Jangan Ada yang Dikorbankan, Manusia dan Ekonomi, Keduanya Dapat Diselamatkan’.

“Maaf, saya punya pandangan yang mungkin berbeda dengan banyak kalangan.

Bagi saya, memilih antara nyawa manusia dengan ekonomi bukanlah sebuah dilema,” kata SBY dalam bukunya yang setebal 108 halaman itu.

SBY pun lantas memberikan contoh mengenai dilema.

Yakni, ketika pesawat kecil yang ditumpangi oleh dua orang selain pilot.

Kemudian, karena terjadi kerusakan mesin yang serius, pilot mengatakan tiga menit lagi pesawat akan jatuh.

Artinya, semua harus keluar dari pesawat untuk menyelamatkan diri dengan menggunakan payung udara.

Pilot sudah aman karena dia akan melakukan bail out dengan payung yang melekat di badannya. Sedangkan di bagian penumpang hanya ada satu payung.

BERITA LAINNYA :  Siapkan Rp 500 Miliar Penanganan Covid-19, Hadi Mulyadi: Separuh Anggaran Sudah Dialokasikan

“Siapa yang dikasih, memilih payung dikasih siapa? Ini dilema.

Sama dengan simalakama, buah dimakan bapak mati, tidak dimakan ibu mati.

Itu lah dilema,” katanya dalam acara peluncuran dua buku monograf karyanya di kediamannya, Puri Cikeas, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (10/8/2020) malam.

Maka itu, dia tidak sepakat jika memilih antara menyelamatkan jiwa manusia dan menyelamatkan ekonomi disebut dilema.

“Sebenarnya sangat bisa dua-duanya diselamatkan, jangan ada yang dikorbankan.

Manusia tentu diutamakan penyelamatan jiwanya, tapi tidak perlu ekonomi menunggu sampai semua sudah terang benderang, sudah aman,” ungkapnya. (*)

Artikel ini telah tayang di sindonews.com dengan judul “SBY: Selamatkan Manusia dan Ekonomi Bisa Dilakukan Bersamaan” https://nasional.sindonews.com/read/129272/12/sby-selamatkan-manusia-dan-ekonomi-bisa-dilakukan-bersamaan-1597082921

1.029 Tayangan