PUBLIKKALTIM.COM – Posisi politik dari pasangan capres dan cawapres nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD dipertanyakan.
Wakil Komandan Bravo Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Fahri Hamzah mengatakan Ganjar-Mahfud harus bersikap tegas jika memang ingin melanjutkan program Presiden Joko Widodo jika terpilih pada Pilpres 2024.
“Kalau mau mengatakan kami adalah juga yang melanjutkan Pak Jokowi dan menerima semua proposal Pak Jokowi dan semua apa yang sudah dirancang Pak Jokowi, katakan secara jujur, jangan gesturnya macam-macam,” ujar Fahri dikutip dari CNNIndonesia TV.
Fahri menyebut ada ketidakjelasan posisi politik pada Ganjar-Mahfud dan paslon nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.
Fahri menyoroti narasi perubahan yang diusung oleh Anies-Muhaimin.
Ia juga berpendapat posisi mereka sebagai oposisi pemerintahan hari ini belum cukup jelas.
“Pertanyaannya benar enggak sih kita ini punya mentalitas oposisi? benar enggak pasangan nomor 1 itu punya mentalitas untuk melawan sebagai oposisi yang terbuka gitu lho,” ujarnya.
Menurutnya, hanya Prabowo-Gibran yang memiliki sikap politik yang paling jelas ketimbang kandidat lain hari ini.
Fahri menyatakan sejak awal Prabowo telah berkomitmen untuk meneruskan pembangunan pemerintahan Presiden Jokowi.
“Sekarang ini posisi berdirinya paling kuat itu cuma Pak Prabowo dan Mas Gibran. Secara riil mengatakan saya penerus Pak Jokowi. Saya loyal ke Pak Jokowi,” pungkasnya. (*)