PUBLIKKALTIM.COM-SAMARINDA. Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kaltim menggelar Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov), Selasa (24/12/2019) bertempat diruang rapat KONI Kaltim.
Rakerprov yang dihadiri sembilan perwakilan pengurus cabang (pengcab) POBSI tersebut mengagendakan rakerprov yang membahas evaluasi kegiatan setahun terakhir serta persiapan menuju PON ke- XX tahun 2020 di Papua.
Dibarengi dengan pembukaan Kaltim 10 Ball Billiard Tournament 2019, yang diselenggarakan dari 24 Desember hingga 29 Desember 2019, Zulkarnain selaku Ketua panitia Rakerprov mengatakan jika ia dan pengurus POBSI akan menyusun program kerja untuk tahun 2020.
“Program kerja tidak usah muluk- muluk yang penting hasil tercapai,” katanya.
Sementara itu, Ismail selaku Ketua Pengprov POBSI Kalimantan Timur mengatakan pihaknya membentuk Kaltim Billiard Academy sebagai wadah pembinaan calon-calon atlet biliar sejak dini.
“Agenda Rakerprov ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi dan menyatukan pemikiran bersama, salah satunya tentang Kaltim Billiard Academy sebagai yang pertama di Indonesia dengan konsep akademi bagi atlet billard. Semoga kedepannya atlet Kaltim bisa bersaing hingga event internasional,” ucapnya.
Ketua KONI Kaltim Zuhdi Yahya yang hadir dalam pembukaan Rakerprov POBSI mengharapkan jika kedepan billiard Kaltim dapat berbicara dalam event PON, karena sebelumnya biliar Kaltim belum pernah mendapatkan medali, namun hanya sampai pada Pra-PON saja dengan mendapatkan 1 Emas, 1 Perak, 3 Perunggu.
“Dalam ajang pra PON Kaltim sudah meraih emas, semoga nanti di PON XX Papua juga bisa mendapatkan emas. Ini merupakan tantangan untuk kita semua, dengan kebersamaan Insha Allah akan berhasil,” katanya.