PUBLIKKALTIM.COM – Berita Mancanegara yang dikutip PUBLIKKALTIM.COM tentang Roket komersial yang membawa tujuh satelit menghilag.
Misi yang gagal, peluncuran roket komersial dari landasan Selandia Baru.
Setelah lepas landas pada Minggu (5/7), Roket komersial yang membawa tujuh satelit “hilang” kata pemilik Rocket Lab.
“Kami kehilangan penerbangan dalam misi ini,” cuit Peter Beck, pendiri dan kepala eksekutif Rocket Lab, di Twitter.
“Saya sangat menyesal kami gagal mengirimkan satelit pelanggan kami hari ini. Yakinlah bahwa kami akan menemukan masalahnya, memperbaikinya, dan segera kembali ke landasan.”
Pendukungnya termasuk perusahaan AS Khosla Ventures, Bessemer Venture Partners, Lockheed Martin, Promus Ventures dan Data Collective.
Rocket Lab mendaftarkan diri sebagai perusahaan Amerika Serikat (AS) dengan kantor pusat di anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki sepenuhnya dimiliki Selandia Baru dan berspesialisasi dalam mengirimkan satelit kecil ke orbit Bumi yang rendah.
Misi yang gagal, peluncuran muatan ke-13 perusahaan, telah diberi nama “Pics Or It Didn’t Happen [Foto Atau Itu Tidak Terjadi]”.
Roket itu membawa satelit untuk perusahaan Spaceflight, Canon Electronics, Planet dan In-Space Missions, kata Beck.Dalam sebuah pernyataan di situs webnya, Rocket Lab mengatakan telah mengalami “anomali” empat menit dalam penerbangan dan bekerja sama dengan Administrasi Penerbangan Federal di Amerika Serikat untuk mengidentifikasi penyebabnya.
“Anomali hari ini adalah pengingat bahwa peluncuran ruang angkasa tidak bisa diprediksi, tetapi kami akan mengidentifikasi masalah, memperbaikinya, dan dengan aman kembali ke landasan secepat mungkin.”
Artikel ini telah tayang di CNNINDONESIA dengan judul “Roket Komersial Milik Rocket Lab Hilang Setelah Lepas Landas” https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20200705082109-199-520940/roket-komersial-milik-rocket-lab-hilang-setelah-lepas-landas