PUBLIKKALTIM.COM – Penutupan Pedas Puas Festival (PPF) 2026 berlangsung meriah di halaman parkir GOR Segiri pada Minggu malam (7/6/2026).
Ribuan pengunjung memadati area acara yang menjadi puncak dari rangkaian festival kuliner selama tujuh hari tersebut.
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, hadir langsung dalam malam apresiasi tersebut.
Ia tidak hanya memberikan sambutan, tetapi juga ikut menghibur masyarakat dengan menyanyikan dua lagu yang disambut meriah oleh para pengunjung.
Dorong Pertumbuhan UMKM dan Ekonomi Kerakyatan
Festival yang digagas oleh Seven Promosindo bersama Project Main ini mengusung konsep “Pesta Pedas 7 Hari 7 Malam”.
Selama 1–7 Juni 2026, kegiatan ini menghadirkan sekitar 53 tenant kuliner yang terbagi dalam zona “Pedas” dan “Pemadam Kepedasan”, serta diramaikan berbagai lomba dan hiburan interaktif.
Dalam sambutannya, Saefuddin Zuhri mengapresiasi tingginya partisipasi pelaku UMKM dan masyarakat.
Ia menilai festival ini memberikan dampak langsung terhadap perputaran ekonomi lokal.
“Alhamdulillah malam ini adalah penutupan Pedas Puas Festival yang berlangsung selama sepekan di GOR Segiri. Dari yang kami lihat langsung di setiap tenant, antusiasme masyarakat maupun pelaku UMKM sangat luar biasa,” ujar Saefuddin.
Ia menambahkan bahwa kegiatan seperti ini membuktikan ekonomi kerakyatan di Samarinda terus tumbuh dan berkembang melalui sektor kreatif dan kuliner.
Transaksi Capai Rp2,5 Miliar
Pemkot Samarinda mencatat perputaran ekonomi yang signifikan selama festival berlangsung.
Berdasarkan data yang diterima, transaksi non-tunai selama kegiatan mencapai sekitar Rp2,5 miliar.
“Nilai transaksi tersebut tentu menjadi catatan yang sangat baik. Artinya, masyarakat masih memiliki daya beli, terutama untuk sektor kuliner dan produk UMKM yang ditawarkan dalam festival ini,” kata Saefuddin.
Ia juga menegaskan bahwa festival seperti ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga ruang promosi efektif bagi pelaku usaha lokal.
Saefuddin menegaskan bahwa Pemkot Samarinda mendukung penuh kegiatan serupa agar terus digelar secara berkelanjutan.
Menurutnya, keberadaan festival kuliner dapat memperkuat ekosistem UMKM sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut. Ketika UMKM berjalan dengan baik, ekonomi kerakyatan akan terus bergerak dan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Samarinda,” pungkasnya. (*)