Siap Kawal Program ICP yang Digagas Kementerian PUPR, Pemkot Samarinda Usulkan Tiga Kawasan Prioritas

oleh -
oleh
Suasana presentasi resmi Program ICP yang digelar di Anjungan Karang Mumus, Balai Kota Samarinda, pada Jumat (20/6)/Foto: Humas Pemkot Samarinda

PUBLIKKALTIM.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menyatakan dukungan penuh terhadap Program Integrated City Planning (ICP) yang digagas Kementerian PUPR.

Program ini dinilai strategis untuk mendorong pembangunan kota secara terintegrasi, berkelanjutan, dan kompetitif.

Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun, dalam presentasi resmi Program ICP yang digelar di Anjungan Karang Mumus, Balai Kota Samarinda, pada Jumat (20/6).

“Pemkot siap mengawal penuh program ini. Kami akan segera menggelar pertemuan lanjutan untuk mematangkan rencana dan mengusulkan lokasi prioritas pengembangan,” ujar Andi Harun.

Dalam forum tersebut, Andi Harun mengusulkan tiga kawasan yang dinilai strategis untuk dimasukkan ke dalam prioritas pengembangan ICP, yaitu:

Jembatan I – Hotel Mercure: Rencana pembangunan pintu air dan pengembangan kawasan Chinatown.

Samarinda Seberang: Diarahkan sebagai kawasan budaya berbasis sejarah dan kearifan lokal.

Palaran: Diproyeksikan menjadi kawasan pelabuhan dan industri guna memperkuat konektivitas dan ekonomi wilayah.

Program ICP di Samarinda mencakup lima kawasan strategis, dengan dua wilayah sebagai fokus utama:

  1. Samarinda Kota:

    • Relokasi pelabuhan

    • Pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD)

    • Pembangunan sky train

    • Penataan aliran sungai

  2. Samarinda Ilir:

    • Pengembangan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Selili sebagai pusat ekonomi maritim

BERITA LAINNYA :  Ini Fakta Hilangnya Peta Palestina dari Google Maps

Program ICP tak hanya soal perencanaan, tapi juga membuka peluang untuk pendanaan infrastruktur dan memperkuat posisi Samarinda dalam pembangunan nasional.

Pemerintah pusat dan daerah akan berkolaborasi menyusun rencana yang sinergis dan berdampak langsung pada masyarakat.

“Ini bukan sekadar pembangunan fisik, tapi juga transformasi wajah kota ke arah yang lebih modern, tertata, dan berorientasi masa depan,” pungkasnya. (*)

1.060 Tayangan