Tol Balsam Operasional, Dewan Harap Seluruh Seksi Tol Selesai Tepat Waktu

oleh -
oleh
Tol Balikpapan-Samarinda

PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) kini telah beroperasi.

Warga pun bisa menikmati berkendara di tol Balsam dengan tanpa biaya hingga 5 Januari mendatang.

Meski demikian, dari 5 Seksi tol, belum semuanya dapat dilalui masyarakat.

Tol saat ini baru bisa dilakukan dari arah pintu gerbang Samboja hingga ke Palaran. Sementara untuk jalan menuju Balikpapan masih belum dioperasionalkan.

Hal ini pun direspon anggota dewan terkait, tepatnya di Komisi III DPRD Kaltim.

Ketua Komisi III DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud mengakui pihaknya menginginkan seluruh pekerjaan selesai pada akhir Desember 2019, namun faktanya masih tersisa di seksi I dan seksi V.

“Kami di Komisi III DPRD Kaltim ini yang menangani infrastruktur. Sebagai wakil rakyat kami menangkap aspirasi warga yang menaruh harapan semua proyek jalan tol Balikpapan-Samarinda selesai semua, tidak molor lagi,” ujar Hasanuddin.

Seperti diketahui jalan tol yang diresmikan Presiden Jokowi baru pada tiga seksi, yakni seksi II, III dan IV. Sedangkan seksi I dan V masih dikerjakan dan dijadwalkan rampung sekitar bulan April 2020. Rincian jalan yang diresmikan adalah, seksi II Samboja-Muara Jawa dengan panjang jalan 30,98 km. Seksi III Muara Jawa-Palaran 17,5 km. Kemudian Seksi IV Palaran-Samarinda 17,95 km.

BERITA LAINNYA :  Update Corona 29 Juni 2020, Kaltim Tambah 7 Pasien Positif Covid-19, Berasal dari Kukar dan Balikpapan

Sementara jalan tol yang belum selesai Seksi I Balikpapan-Samboja memiliki panjang 22,03 km menggunakan dana APBD Provinsi Kalimantan Timur sebesar Rp1,5 triliun dan APBN Rp271 miliar. Untuk Seksi V Balikpapan-Sepingan 11,09 km didanai oleh APBN yang berasal dari pinjaman dari pemerintah China sebesar Rp848,55 miliar. Seksi II, III, dan IV dibangun dengan dana Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), sehingga total pembiayaan pembangunan jalan tol sepanjang 99,35 kilometer (km) itu sebesar Rp9,9 triliun.

Hasanuddin Mas’ud mengatakan, dengan waktu pengerjaan proyek yang lebih 11 tahun semestinya sudah selesai semua. Namun Komisi III masih akan melihat secara langsung apa yang menjadi kendala lapangan, sehingga diperkirakan baru selesai pada bulan April 2020.

“Dalam waktu dekat komisi III menjadwalkan meninjau langsung pekerjaan jalan tol, terutama di seksi I dan V yang belum selesai,” ujar Hasanuddin. (advertorial) 

1.068 Tayangan