Wasapada Demam Berdarah, Kadis Balikpapan Ajak Masyarakat Jaga Kebersihan Lingkungan

oleh -
Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan, Andi Sri Juliarty

PUBLIKKALTIM.COM, BALIKPAPAN – Masih menjadi kasus yang selalu dipantau, Kasus demam berdarah dengue (DBD) masih diwaspadai oleh Dinas Kesehatan Kota Balikpapan (DKK).

Terkait hal ini, Kepala DKK Balikpapan Dr Andi Sri Juliarty yang akrab disapa Dio, mengimbau kepada masyarakat agar selalu menjaga kebersihan lingkungan yang ada di sekitar masyarakat.

“Untuk masyarakat yang utama adalah menjaga kebersihan lingkungan, karena kita tahu demam berdarah adalah penyakit lingkungan,” kata Dio.

Dio menjelaskan, ada 4 orang yang meninggal karena kasus DBD yang ada di Balikpapan Utara, meliputi 1 orang dari Karang Joang, 1 Prapatan, 1 Karang Rejo, dan 1 dari Manggar.

Ia melanjutkan, kasus DBD di Balikpapan Utara ini menyerang pasien berusia 5-14 tahun.

Dalam meningkatkan kewaspadaan, DKK Balikpapan bersama wali kota Balikpapan telah mengajak kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama membersihkan lingkungan dalam berupaya mengurangi sarang nyamuk.

“Jadi minggu lalu Bapak Wali Kota sudah mengeluarkan surat edaran kewaspadaan DBD dengan kegiatan utama adalah kerja bakti masal fokus pada pemberantasan sarang nyamuk,” katanya.

DBD itu muncul dikarenakan penampungan air yang tidak ditutup oleh warga, sehingga jentik nyamuk berkembang biak menjadi nyamuk demam berdarah.

“Boleh menampung air, tapi kan harus ditutup. Jadi kita sarankan menutupnya dengan kelambu air. Di utara ada 94 kasus dari bulan Januari sampai hari ini (9/3/2020),” ujarnya.

BERITA LAINNYA :  25 Kg Sabu Siap Edar Berhasil Digagalkan Polda Kaltim, 5 Pelaku Diamankan

Kecamatan Balikpapan Utara masih menjadi kasus tertinggi DBD semenjak tahun 2019 lalu hingga saat ini. Sementara pada 3 tahun yang lalu kasus DBD paling tinggi di Balikpapan Selatan.

“Tahun lalu utara yang tinggi kasusnya. Untuk 2017 kasus tertinggi di selatan, tapi sekarang sudah pakai kelambu air sudah turun kasusnya,” ungkap Dio.

Pemasangan kelambu air yang diterapkan di kecamatan Balikpapan Selatan tersebut sebagai bentuk project uji coba penanggulangan kasus DBD yang kian meningkat, yang dilakukan selama 3 tahun.

Pemasangan kelambu air akan dilanjutkan untuk keenam kecamatan yang ada di Kota Balikpapan, mengingat keberhasilan percobaan di Balikpapan Selatan telah diraih.

“Sekarang kelambu air akan di pasang di semua kecamatan karena kita sudah liat berhasil di selatan,” kata Dio. (*)