PUBLIKKALTIM.COM – Sebanyak 100 calon peserta didik Program Sekolah Rakyat mengikuti pemeriksaan kesehatan dan kebugaran di Stadion Segiri, Samarinda, Senin (14/7).
Pemeriksaan ini menjadi tahap awal sebelum mereka menjalani pembelajaran berasrama di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) dan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP).
Kegiatan tersebut difasilitasi oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda bekerja sama dengan Dinas Sosial serta sejumlah instansi teknis lainnya.
Tujuannya adalah memastikan kondisi fisik para calon siswa dalam keadaan prima, sehingga mereka siap mengikuti proses pendidikan yang padat dan berkelanjutan.
Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinkes Samarinda, Budy Setiawan, menegaskan bahwa pemeriksaan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap pentingnya kesiapan fisik peserta didik, terutama saat memasuki tahun ajaran baru.
“Apresiasi ini kami tujukan untuk memastikan bahwa peserta didik, khususnya anak-anak jenjang SD, SMP, dan SMA memiliki kesehatan yang optimal. Artinya, mereka bisa mengikuti pembelajaran secara maksimal,” ujarnya.
Beragam aspek kesehatan diperiksa dalam kegiatan ini, mulai dari penglihatan, pendengaran, hingga kadar hemoglobin (HB), terutama bagi siswi.
Menurut Budy, masalah kesehatan seperti gangguan penglihatan dan pendengaran dapat menghambat proses belajar jika tidak ditangani sejak awal.
“Anak-anak yang mengalami gangguan tersebut perlu perhatian khusus, misalnya ditempatkan di barisan depan kelas agar tetap bisa mengikuti pelajaran dengan baik,” tambahnya.
Selain pemeriksaan kesehatan umum, kegiatan juga mencakup tes kebugaran fisik. Cuaca yang bersahabat mendukung kelancaran jalannya pemeriksaan sejak pagi hari.
Dinkes Samarinda mengerahkan tenaga medis dari lima Puskesmas yakni Puskesmas Baka, Temindung, Ulu, Remaja, dan Segiri.
Tak hanya itu, tim dokter dari Unit Dokter On Call 119 juga disiagakan untuk memastikan pelayanan medis berjalan optimal.
“Jumlah siswa yang kami periksa hari ini sebanyak 100 orang, terdiri dari jenjang SMP dan SMA. Untuk tahap awal ini, kami memang fokus pada dua jenjang tersebut,” pungkas Budy.
Tahap pemeriksaan untuk siswa jenjang SD akan dilakukan menyusul dalam waktu dekat.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pemeriksaan kesehatan awal tahun ajaran yang berkelanjutan bagi peserta didik lainnya. (*)