PUBLIKKALTIM.COM, BALIKPAPAN– Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur laksanakan rapat koordinasi kesiapsiagaan terhadap ancaman Covid-19 di Hotel Gran Senyiur, Senin (16/3/2020).
Wakil Gubernur Kalimantan Timur Hadi Mulyadi menyampaikan kepada awak media usai menggelar rapat koordinasi kesiapsiagaan terhadap ancaman Covid-19, agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan.
“Kita belum lockdown 100% tapi mengurangi aktivitas di luar rumah, sekolah, kampus, mal, rumah ibadah dan sebagainya,” ujarnya.
Mengingat Kalimantan Timur telah ditemukan 149 kasus pasien yang terindikasi gejala mirip virus corona, walaupun belum di nyatakan positif.
“Alhamdulillah tidak ada yang positif. 149 kasus dalam pemantauan, 23 kasus pasien dalam pengawasan ya, suspected walaupun setengahnya sudah dinyatakan negatif,” ujarnya.
Hadi menyampaikan adanya pandemi yang menghebohkan masyarakat tersebut, provinsi bersama Polri membangun tenda yang digunakan untuk isolasi pasien yang terjangkit virus corona.
“Kita bekerja sama dengan Polri. Nanti Polri menyediakan tenda-tenda untuk isolasi, dan kita akan menunjuk rumah sakit rujukan sehingga dapat fokus di satu tempat. Total di Kaltim ada 50 tenda. Balikpapan laporannya 10 dengan 18 kasur dan masih akan di buka lagi,” tuturnya.
Hadi juga mengharapkan keterbukaan warga terkait kondisi kesehatan yang dialami, agar dapat ditindaklanjutkan jika dibutuhkan.
“Kita juga mengimbau kepada masyarakat jangan malu-malu kalau batuk-pilek, langsung laporkan supaya menyampaikan kondisi kesehatannya,” ujar Hadi. (*)