PUBLIKKALTIM.COM, BALIKPAPAN – Balikpapan Cat Rescue dan Koalisi Perlindungan Hewan Domestik Balikpapan (PHDB) menyuarakan aspirasinya terkait perdagangan hewan non ternak seperti anj*ng dan kucing di Kota Balikpapan.
Komunitas pembela hewan domestik Balikpapan ini mendorong agar perdagangan daging anjing dapat segera dihentikan.
“Tujuan kami adalah stop perdagangan daging anj*ng dan kucing di Balikpapan,” kata Perwakilan Balikpapan Cat Rescue Jufriansyah kepada awak media.
Pihaknya pun telah melakukan survey terkait perdagangan hewan non ternak, dan ditemukan ada 22 restoran yang menjual daging anj*ng dan kucing.
“Dari survey kami ada sekitar 22 rumah makan di Balikpapan yang menjual daging anj*ng dan kucing menurut data dari hasil survey,” ungkapnya.
Jufriansyah mengungkapkan banyak masyarakat yang merasa kehilangan anj*ng atau hewan peliharaannya, sebab restoran yang menjual daging anj*ng dan kucing mengambil dari hewan liar maupun hewan peliharaan
“Bukan hanya hewan peliharaan, tapi yang liar juga. Diburu, dipanah, dibusur, diracuni, ditarik pake tali langsung diiket lalu di gebukin pake balok sampe mati, begitu kondisinya sangat memprihatinkan,” tutur Jufriansyah.
Pihaknya betul-betul ingin menyampaikan hal-hal yang sangat penting di kota Balikpapan apalagi Balikpapan sebagai kota Beriman yang akan menjadi kota penyangga dan Ibu Kota Negara (IKN) yang baru.
Ia mengingatkan bawah penyebaran rabies dari anj*ng dan kucing juga sangat rawan, apalagi daging tersebut dikonsumsi oleh manusia.
Adanya aspirasi ini, Tim Balikpapan Cat Rescue pun memenuhi panggilan undangan dari Komisi II DPRD Kota Balikpapan membahas tentang kesejahteraan hewan dan pelarangan perdagangan daging anj*ng dan kucing di Kota Balikpapan. (*)