Andi Harun Diharapkan Beri Solusi Lapangan Pekerjaan oleh Warga Sempaja Barat

oleh -
oleh
Silaturahmi dengan warga, Andi Harun sampaikan cara mengatasi persoalan di Samarinda, termasuk persoalan lapangan kerja

PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Andi Harun menyempatkan diri hadir di tengah-tengah masyarakat dikala kesibukan sehari-harinya sebagai wakil rakyat.

Kali ini ia menyambangi warga di sekitar kediamannya di jalan Toyib Hadiwijaya, Gg. Damai, Sempaja Barat, Samarinda Utara, Jumat (14/2/2020).

Kehadiran Andi Harun disambut hangat oleh warga. Meski jarang bertemu warga, sosok Andi Harun dinilai baik oleh masyarakat sekitar.

“Kalau ketemu pak Andi Harun sih jarang, cuma selama ini beliau selalu aktif berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan di lingkungan RT sini,” tutur Arif.

Arif adalah pemuda di kampung tersebut, ia baru menyelesaikan pendidikan di salah satu universitas negeri di Samarinda. Setelah lulus,  sejak bulan September 2019 dirinya belum kunjung mendapat pekerjaan.

Sebagai pemuda yang baru mengenal kerasnya persaingan dunia kerja, ia mengaku kagum dengan program yang direncanakan Andi Harun.

“Saya kagum dengan ide gagasan pak Andi, beliau sangat memahami keadaan Samarinda hari ini. Terlebih untuk anak muda seperti saya yang begitu kesulitan mencari pekerjaan pasca lulus kuliah,” ungkapnya.

“Pak Andi melihat persoalan lapangan kerja bukan dari sisi kurangnya saja, tetapi beliau memahami bahwa peran pemerintah harus ada agar peluang terbukanya lapangan kerja semakin banyak,” tambahnya.

Selain itu, kata Arif, program penanggulangan bencana banjir yang disampaikan Andi Harun pada kesempatan itu membuat dirinya tahu banyak hal tentang apa yang menjadi akar masalah kota Samarinda yang selalu terendam banjir saat terjadi hujan lebat.

“Awalnya saya tidak tahu kalau banjir di daerah sini terjadi karena adanya pendangkalan sungai Karang Mumus. Beliau tadi menjelaskan kalau ingin lepas dari bencana banjir maka anak sungai Mahakam itu harus di keruk, karena daya tampung airnya sudah berkurang,” pungkasnya.

“Beda dengan Antasari, Juanda dan Samarinda kota, disana kata beliau terjadi penyumbatan dan pengecilan parit, sehingga kalau hujan deras air tidak bisa turun ke sungai karang asam besar dan karang asam kecil,” jelasnya.

BERITA LAINNYA :  Berkas Pemodal Kayu Ilegal Telah Dilimpahkan ke Kejaksaan, Tersangka Terancam 5 Tahun Penjara

Karena hal itulah pemuda 23 tahun ini yakin bahwa masalah lapangan pekerjaan dan penanggulangan banjir dapat ditanggulangi, jika pemimpin kota Samarinda memiliki pengetahuan dan pemahaman seperti Andi Harun.

Tak hanya persoalan besar yang menjadi perhatian ayah dengan dua orang anak ini. Hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari pun tak luput dari perhatiannya. Seperti yang ia ceritakan tentang pengalaman saat dirinya menjadi makmum saat menjalankan ibadah sholat di masjid.

Meski serius, AH sapaan akrabnya, selalu menyisipkan humor yang menjurus pada realita kehidupan. Seperti saat ia membahas tentang seorang imam masjid.

AH memang dikenal orang sebagai sosok yang humoris namun kritis.

“Ibu-bapak saya pernah sholat dipimpin oleh seorang imam, usianya sudah tua. Saat membaca surah Al-fatihah yang tadinya bahasa Arab berubah menjadi bahasa China, gara-gara imam itu gigi depannya sudah habis,” seketika suasana hening menjadi ruih tawa warga.

Alasan Andi Harun bercerita, ia menyayangkan minimnya ketertarikan generasi muda untuk menjadi imam masjid. Meski begitu, ia memahami hal tersebut dikarenakan kurangnya perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan para imam masjid.

“Saya paham kenapa anak muda tidak tertarik untuk menjadi pengurus maupun menjadi imam masjid. Karena profesi tersebut tidak menjanjikan, insentifnya terlalu sedikit, untuk itu ke depan harus ditambah lagi insentif untuk marbot masjid, imam masjid, dan guru ngaji,” tegasnya. (*)

 

1.055 Tayangan