PUBLIKKALTIM.COM – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo mengatakan, proses rekrutmen CPNS pada tahun depan masih abu-abu.
Pasalnya, proses rekrutmen kata Tjahjo Kumolo, sampai saat ini masih menunggu seberapa besar kebutuhan pegawai baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
“Belum tahu pasti, lihat kebutuhan kementerian lembaga instansi dan pemerintah daerah-pemerintah daerah,” kata Tjahjo Kumolo, Jumat (24/12/2021) dikutip CNBC Indonesia.
Dalam berbagai kesempatan, Tjhajo memang telah menegaskan bahwa proses rekrutmen CPNS tahun depan akan dibatasi sesuai dengan kebutuhan yang ada.
Tjahjo mengatakan pemerintah justru akan memperbanyak PPPK.
Selain itu, pemerintah juga memastikan tidak akan ada lagi perekrutan tenaga honorer.
Diberitakan sebelumnya, seiring dengan kemajuan teknologi yang saat ini berlangsung, disinyalir akan membuat PNS terancam.
Pemerintah tak perlu lagi menggaji pekerja hingga pensiun dengan segala tunjangannya seperti yang diterima oleh PNS.
Sehingga profesi PNS kemungkinan ‘dimusnahkan’.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara Bima Haria dalam Webinar Adaptasi Kebiasaan Baru di Lembaga Internasional beberapa waktu lalu.
“Dengan adanya inovasi teknologi, sepuluh tahun lagi mungkin tidak ada PNS. Mungkin semuanya PPPK, karena tidak diperlukan lagi PNS ke depan,” ujar Bima Haria. (*)