Dewan Nilai PTM di Samarinda Berjalan Lancar, Prokes Masih Dijaga

oleh -
oleh
Ilustrasi sekolah tatap muka/katadata.co.id

PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Dilakukannya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di masa pandemi COVID-19 di Samarinda dinilai anggota DPRD Samarinda masih berjalan dengan baik.

Penilaian itu diberikan usai kalangan dewan melakukan peninjauan ke sekolah di Samarinda beberapa waktu lalu.

Beberapa faktor protokol kesehatan sudah diterapkan, lokasi cuci tangan hingga kesiapan dari pengajar, sudah dilakukan sepenuhnya.

“Jadi kami melihat dari 3 hal yaitu yang pertama apakah sekolah di Samarinda sudah menerapkan anjuran yang ditetapkan wali kota pada masa PPKM level 1 ini,” ungkap Sani bin Husan, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda saat dihubungi awak media melalui telepon seluler, Jumat (18/2/2022).

Hal lain yang juga dilihat adalah peran orang tua dalam proses PTM dilakukan.

“Jadi kami saat meninjau itu juga menganalisis bagaimana kesiapan orang tua dalam mengantarkan anakknya ke sekolah. Bahkan kami juga melihat bagaimana berlangsungnya pembelajaran. Jadi sejauh ini sudah saya cukup berjalan baik,” tegasnya.

Sementara itu, meski dalam masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3, Wali Kota Samarinda, Andi Harun tetap memberikan jaminan relaksasi terhadap kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat.

BERITA LAINNYA :  Usai Resmikan Bangunan Puskesmas Karang Asam, Andi Harun Rencanakan Bangun Puskesmas Juanda Tahun Ini

PPKM level 3 ini terjadi hampir di semua wilayah di Indonesia, seiring dengan kenaikan jumlah kasus COVID-19.

“Kebijakan PPKM level 3 di kota Samarinda masih mengizinkan operasional tempat makan (restoran) dan tempat hiburan dengan batas waktu hingga pukul 22.00 WITA,” ujar wali kota belum lama ini.

Pengunjung restoran dan tempat makan juga masih diizinkan makan di tempat atau dine in dengan pembatasan jumlah pengunjung maksimal 50 persen dari total kapasitas ruangan.

“Posisi kita masih terkendali dan kegiatan masyarakat masih bisa berjalan seperti biasa, hanya yang kita lakukan sekarang adalah pengetatan dalam pemakaian masker dan percepatan program vaksin di tingkat kecamatan dan kelurahan,” ujarnya. (advertorial)