Di Kaltim Akan Dibangun Dua Semelter Nikel, Nilai Investasi Capai Puluhan Triliun

oleh -131 views
oleh
Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim, Puguh Harjanto

PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Di Kalimantan Timur ( Kaltim) Akan dibangun Dua pabrik pengolahan dan pemurnian bijih tambang (smelter) nikel.

Proyek pertama, akan dibangun smelter nikel di Kariangau, Balikpapan.

Proyek ini memanfaatkan lahan seluas 58 hektare dengan nilai investasi mencapai Rp6,5 triliun.

Sementara satu proyek lainnya akan di bangun di daerah Pendingin, Kukar dengan nilai investasi sebesar Rp30 triliun.

Dua fasilitas dengan nilai penanaman modal puluhan triliun itu, menjadi angin segar bagi dunia investasi Bumi Mulawarman.

Dua smelter dibangun, lalu pertanyaannya apakah Kaltim memiliki kandungan nikel dalam jumlah besar?

Sayangnya belum diketahui.

Kepala Dinas Penenaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim, Puguh Harjanto mengatakan nikel yang akan diproduksi di dua smelter tersebut bahan bakunya akan di datangkan dari Sulawesi.

“Smelter di Kaltim, bahan bakunya dari project yang kami kawal dari Sulawesi. Di Kaltim produksinya saja, kalau bahan baku dari Sulawesi,” ungkap Puguh, Rabu (3/2/2022).

Jika di Kaltim, belum terdata atau terpetakan kandungan nikelnya.

Lalu kenapa investor meronggoh kantong hingga puluhan triliun membangun smelter di Kaltim.

BERITA LAINNYA :  Adanya Peningkatan Kasus Covid-19 di Balikpapan, RS Kanujoso Djatiwibowo Bakal Tambah 40 Kamar Isolasi

Puguh menjelaskan, ada hitung-hitungan yang dilakukan pihak investor, terkait pembiayaan proyeknya.

Dirinya menilai, pembangunan smelter di Kaltim jauh lebih irit biaya dibanding membangun smelter di Sulawesi, meski bahan baku nikel berasal dari pulau yang sama.

“Dari mereka sendiri sudah berhitung, dari sisi Kaltim memiliki tarif atau insentif ketika memilih pengolahannya di Kaltim, dibanding pengolahannya di Sulawesi,” paparnya.

“Mereka ada hitung-hitungannya, ongkos produksi bisa ditekan dan masuk hitungan mereka. Kenapa mereka buat smelter di Kaltim,” lanjutnya.

Progres saat ini, dua smelter di Kariangau dan Pendingin siap memasuki fase produksi.

“Hal teknis sudah kami bahas, semoga akhir tahun 2022 ini atau Januari 2023 sudah bisa sulplai powernya, sudah running produksinya,” pungkasnya. (Advertorial)

1.058 Tayangan